Cerita Sex My HEROINE [by Arczre] – Part 48

Cerita Sex My HEROINE [by Arczre] – Part 48by adminon.Cerita Sex My HEROINE [by Arczre] – Part 48My HEROINE [by Arczre] – Part 48 BAB VI: REVENGE Balas dendam itulah yang ada di dalam pikiran Putra Nagarawan. Dia berkecimpung di dunia politik. Sementara rekannya Suni bekerja sebagai pemimpin teroris internasional. Dia benar-benar penuh pesona, cerdas bahkan digadang-gadang oleh partai terkuat saat itu untuk menjadi presiden termuda dalam sejarah. Pidatonya selalu menggugah semangat, […]

multixnxx-Black hair, On top, Asian, Gonzo, Pornstar-12 multixnxx-Black hair, On top, Asian, Gonzo, Pornstar-13 multixnxx-Black hair, On top, Asian, Gonzo, Pornstar-14My HEROINE [by Arczre] – Part 48

BAB VI: REVENGE

Balas dendam itulah yang ada di dalam pikiran Putra Nagarawan. Dia berkecimpung di dunia politik. Sementara rekannya Suni bekerja sebagai pemimpin teroris internasional. Dia benar-benar penuh pesona, cerdas bahkan digadang-gadang oleh partai terkuat saat itu untuk menjadi presiden termuda dalam sejarah. Pidatonya selalu menggugah semangat, ide-idenya cemerlang dan dia benar-benar menjadi presiden setelah melalui perjuangan yang alot pada pemilihan umum.

Di saat punya kekuatan inilah Putra Nagarawan merasa di atas angin. Dia tak pernah menggunakan kekuatannya sama sekali dan cenderung bisa mengendalikannya 100%. Namun inilah mimpi buruk. Dia sudah merencanakan semuanya terlebih ketika ia mempelajari buku-buku kuno untuk membangkitkan Titan.

Putra Nagarawan benar-benar merekrut orang-orang cerdas yang punya jiwa psikopat maupun sosiopat. Dia juga punya banyak uang hasil dari pekerjaan Teroris yang dilakukan oleh Suni. Dia juga menyuruh Astarot untuk membuat sebuah virus, juga menyewa para doktor untuk membuat virus. Virus R-09-PX-9 atau yang biasa dikenal virus kelelawar. Menular melalui air liur dan darah. Putra Nagarawan benar-benar memanfaatkan virus ini untuk menguasai dunia. Dia menyebarkan virusnya di benua lain, di negara-negara yang sedang ada konflik, di negara-negara miskin, baru kemudian menyebarkannya di negara-negara besar.

Ketika dia mengetahui sebuah project human soldier dia pun ikut andil bagian di dalamnya. Hanya saja seperti yang diketahui ia sama sekali tak mendapatkan hasil dari Gnome Soldier. Memory para pemimpin dunia berhasil dia dapatkan, walaupun ia harus kehilangan Suni. Tapi misinya berhasil. Semuanya sibuk memburu Lucifer dan Suni sedangkan Putra Nagarawan, ia pura-pura ikut jadi korban ketika KTT-G20 berlangsung. Dialah yang mendapatkan seluruh memory para pemimpin dunia. Dan semuanya ada di dalam kepalanya. Manusia biasa, tak mungkin sanggup untuk bisa menahan beban memory, namun Putra Nagarawan bukan manusia biasa. Dia adalah seorang Destroyer.

Ketika menjadi Presiden, Putra Nagarawan mendirikan sebuah perusahaan yang disebut dengan Trec Technology. Perusahaan robot pertama di Indonesia. Dari sinilah ide-ide briliannya untuk membuat robot akhirnya terkabulkan. Sebagai seorang Destroyer yang bisa dengan mudah mengendalikan elemen, dia benar-benar sempurna untuk membuat kerajaan mesin, semua robot berada dalam kendalinya.

Kebangkitan Titan yang baru saja terjadi itu hanyalah permulaan. Ada tujuan yang lebih besar yang ingin diraih oleh Putra Nagarawan. Tujuan yang sangat besar yang tak pernah terpikirkan oleh siapapun sebelumnya. Putra Nagarawan telah berhasil menaklukkan dunia dalam waktu sembilan hari dan ia hanya tinggal menunggu saat yang tepat untuk melepaskan seluruh kekuatannya.

Bagaimana dengan Burhan? Ah, ada cerita khusus mengenai dia.

Dia benar-benar mendapatkan pembalasan yang menyakitkan dari Putra Nagarawan. Tidak butuh waktu lama bagi Putra Nagarawan untuk bisa melacak keberadaan Burhan. Seperti yang diinginkan oleh ibunya, ia harus mengingat setiap wajah orang yang harus ia balaskan dendamnya dan ia mengingat semuanya. Tujuh orang. Tujuh orang yang akan dia ingat seumur hidupnya.

Orang pertama, namanya adalah Bagus, seorang yang sebenarnya baik. Dia adalah rekan kerja Burhan yang memang selalu melakukan pekerjaan kotor. Dia juga sudah terkenal sebagai seorang preman. Dia pun kemudian terkenal dengan sebutan Mang Jabrik karena memang rambutnya dulu dikenal jabrik seperti bulu ayam. Dan Putra Nagarawan benar-benar membuat hidupnya hancur berkeping-keping. Putra Nagarawan menguak seluruh masa lalunya, cukup mudah ketika seseorang sudah mempunyai kekuasaan dia tinggal memblow-upnya ke media. Seluruh korban si Jabrik pun diwawancarai oleh stasiun tv. Alhasil polisi jadi terdorong untuk menangkapi para preman. Akhirnya Mang Jabrik terjaring juga. Tidak hanya itu, setelah Mang Jabrik terjaring polisi Putra Nagarawan memanfaatkan jalur hukum yang ada saat itu untuk memfitnah Mang Jabrik lebih jauh lagi yaitu dengan pasal pembunuhan. Caranya cukup mudah. Ingat, Putra Nagarawan seorang Destroyer. Dia bisa memerintahkan elemental untuk membuat seolah-olah Mang Jabrik telah membunuh orang. Sebuah pisau tiba-tiba saja melayang ke arahnya, ia pun menangkap pisau itu, namun yang nahas adalah pisau itu malah menuntunnya untuk menusuk orang di dalam tahanan tempat dia ditahan. Bagaimana pisau itu bisa ada di dalam tahanan padahal dia sudah disterilkan? Hal itu membuat Mang Jabrik kebingungan dengan sendirinya. Putra Nagarawan tersenyum penuh kemenangan. Iya, penuh kemenangan setelah dengan cepat Mang Jabrik mendapatkan hukuman dari para tahanan lainnya, ia tewas dengan leher digorok oleh pisau yang dipegangnya sendiri.

Orang kedua, namanya adalah Sugeng. Sugeng ini bukan preman, tapi dia boleh dibilang orang yang sangat royal, suka menghamburkan uang untuk hal-hal yang tidak terlalu penting. Dia murni orang yang suka hura-hura, tak pernah melakukan satu pun kejahatan. Teman baik Burhan. Putra Nagarawan pun melakukan sesuatu yang tidak pernah ia duga sebelumnya. Ia memberikan banyak kekayaan dan kesenangan kepada Sugeng, tanpa diketahui olehnya. Suatu ketika Putra Nagarawan yang telah menjadi presiden mengundangnya para pengusaha konglomerat untuk makan bersama, saat itulah Putra Nagarawan mengerjainya. Sugeng yang diundang makan malam bersama para konglomerat itu pun mendapatkan serangan, lebih tepatnya ketidak beresan perutnya. Putra Nagarawan memerintahkan elemen air untuk membuat perut Sugeng bermasalah. Pada saat jamuan makan malam Sugeng bolak-balik ke kamar mandi sehingga ia sangat malu sekali dan yang terakhir ia pun harus buang air besar tepat di hadapan Presiden hingga anusnya berdarah. Ia pun tewas dengan cara mengenaskan di jamuan makan itu dengan feces berceceran dan merembes bersama darah dari balik celananya. Sebelum Sugeng meregang nyawa Putra Nagarawan menghampirinya dan berbisik, “Aku sudah membalaskan dendam ibuku, kamu tentu ingat istrinya Rangga Nagarawan, Laras. Aku adalah anaknya. Terkejut? Ah, sudah pantasnya kamu terkejut.”

Orang ketiga, namanya Aji. Tak ada catatan kriminal pada dirinya. Ia sangat bersih, hanya saja ia sangat suka main wanita. Seorang pengusaha yang mempunyai tiga perusahaan besar. Dia sebenarnya sudah mengagumi istri Rangga sejak lama, dan baru kesampaian memperkosa Laras setelah ikut dengan rencana Burhan. Awal mula mereka bertemu adalah ketika Rangga harus bertemu dengan Aji pada salah satu kesempatan tender proyek. Kebetulan juga Aji mengajak Rangga makan malam bersama keluarga. Sejak bertemu dengan Laras, ia pun sudah suka. Hal yang sangat menyakitkan bagi Aji adalah ketika ia main perempuan. Maksud hati ia bersenang-senang dengan gadis yang ia taklukkan setelah diberikan brandy dan segepok uang. Hanya saja apa yang akan dilakukan seseorang ketika sang gadis malah terbunuh sedang kedua tangan Aji tak bisa melepas pisau yang melekat di tangannya? Apalagi ketika polisi mendapatkan laporan ada pembunuhan di sebuah hotel? Hasilnya adalah Aji ketakutan hingga ia pun keluar dari jendela. Ia lupa kalau sedang berada di lantai lima sebuah hotel akhirnya ia pun tewas dengan tubuh menekuk mengenaskan di atas aspal. Tentunya pisau itu sudah dalam kendali Putra Nagarawan.

Orang keempat dan kelima adalah dua bersaudara pemilik perusahaan minyak goreng. Mereka orang yang menggunduli hutan kalimantan. Tak usah bicara banyak tentang mereka karena kematian mereka sangat tragis. Sang Destroyer hanya mengatakan kepada pepohonan yang ada di kebun kelapa sawit mereka “Silakan berbuat sesuka kalian!” Yang terjadi adalah keduanya ditemukan tewas terlilit oleh pohon kelapa sawit yang mereka tanam sendiri.

Orang keenam, namanya adalah Wayan Wibisono. Dia adalah atasannya Rangga. Juga boleh dibilang bapak-bapak usia 50-an yang naksir kepada Laras. Mendapatkan Laras pada malam itu sungguh sesuatu yang tidak terduga. Dia satu-satunya orang yang menyodomi Laras, orang yang paling bernafsu menyetubuhi Laras. Putra Nagarawan tidak akan melupakan wajah orang itu. Hal terkejam yang dilakukan oleh Putra Nagarawan adalah memberikan kejutan di waktu dia pensiun. Agaknya Putra Nagarawan tak membiarkan ketujuh orang yang telah menyakiti ibunya hidup senang. Wayan Wibisono tiba-tiba saja terbangun di sebuah ruangan putih. Tentunya ia bertanya-tanya kenapa sampai ada di tempat itu. Satu jawaban yang pasti Putra Nagarawan yang mengaturnya. Tubuhnya terikat di atas ranjang, di depannya ada banyak manusia yang tak memakai busana. Terdiri dari laki-laki dan wanita. Putra Nagarawan kemudian berkata kepadanya, “Kamu orang yang merekam ketika ibuku diperkosa bukan? Sekarang aku juga akan melakukannya, hanya saja aku ada syarat. Kalau kamu tidak mampu melayani mereka semua, maka satu orang yang tidak engkau puaskan akan memberikanmu satu tusukan di tubuhmu. Jadi kalau kamu tidak bisa memuaskan 100 orang yang ada di sini itu artinya kamu akan mendapatkan 100 tusukan pisau dari mereka. Well, selamat bersenang-senang! Now action!” Wayan Wibisono tewas dengan luka 80 tusukan di tubuhnya.

Orang ketujuh, tak perlu ditanya lagi dia adalah Burhan. Dia tiba-tiba terbangun oleh desiran angin. Ia tak tahu ada di mana tapi begitu melihat sesuatu di kakinya ia langsung gemetar. Ada sebuah pijakan besi yang melayan di kakinya. Seolah-olah menahan dia selama ini. Dan sebuah suara menyadarkan dirinya.

“Sejuk ya anginnya? Kamu tahu berada di mana?” tanya Putra Nagarawan.

Burhan terkejut. Tentu saja melihat seorang yang disebut orang nomor satu di Indonesia ada di atasnya melayang dengan sebuah pijakan besi di kakinya. Putra Nagarawan melayang hingga sejajar dengannya.

“Selamat pagi Indonesia, lihatlah sang koruptor kita!” kata Putra Nagarawan sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Burhan. Ia benar-benar seperti ingin menerkam Burhan.

“K..kamu? Pak Presiden? Bagaimana…mungkin?”

“Tak perlu bingung. Kamu ingat wajahku? Atau wajah ini?” Putra Nagarawan memperlihatkan sebuah liontin dengan sebuah foto di dalamnya. Terkejutlah Burhan.

“Kamu…kamu…kamu anak itu?!”

“Iya, aku anak itu. Anak yang dipaksa oleh ibunya untuk melihat perilaku kalian. Anak yang menahan diri untuk tidak menghabisi kalian saat itu, semuanya karena ingin aku membalas kalian dengan pembalasan yang lebih mengerikan. Mungkin kamu sudah dengan cerita enam orang rekanmu yang tewas dengan cara sangat-sangat mengenaskan”

“Brengsek lepaskan aku!”

“Melepaskanmu? Oh ya? Dari ketinggian ini melepaskanmu? Kamu sadar kamu di mana sekarang?”

Burhan menoleh kanan kiri. Ia sepertinya tahu tempat itu. Dia melirik ke belakang, barulah ia sadar. Ia sedang melayang di puncak Monas.

“Whoaaaa….kenapa aku ada di sini? Bagaimana bisa?”

“Surprise? Baguslah kalau begitu. Dengarkan aku baik-baik Burhan. Aku akan mengatakan suatu hal sebelum engkau pergi.”

“Apa…apa? Jangan kumohon jangan! Aku minta maaf, aku minta maaf. Ampuun, jangan lakukan ini! Aku ingi hidup, ku mohon!”

“DIAM!”

Burhan langsun menutup mulutnya.

“Apakah kamu pernah mendengar permintaan ampun dari ibuku? Lihatlah sekarang aku sudah jadi orang nomor satu. Orang yang tidak akan tersentuh oleh siapapun termasuk kamu. Aku seperti baru melihat kemarin Burhan, aku seperti baru melihat dirimu begitu nikmatnya menyetubuhi ibuku, memperkosanya, sungguh aku benar-benar memendam kemarahanku selama ini, sebentar lagi kemarahanku reda, tapi aku ingin sangat puas sekali. Sangat puas hingga setiap enam orang rekanmu itu aku melihat dengan mata kepalaku sendiri bagaimana mereka meregang nyawa. Sungguh kepuasan yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya, melihat nyawa mereka lepas satu per satu.

“Setelah ini aku akan menghilang, mempersiapkan semuanya. Mempersiapkan seluruh elemen-elemen yang mendukung agar Titan bisa keluar dari bumi ini. Aku akan hiatus hingga saatnya aku akan kembali lagi memimpin negeri ini. Kamu tahu Burhan, kamu tak akan melihatku menjadi pemimpin dunia suatu saat nanti. Inilah rencanaku, menguasai dunia. Ibuku ingin aku ada di atas segala-galanya dan aku sekarang berjuang menuju ke sana.

“Aku telah menemukan sebuah buku catatan kuno ketika kakekku bertemu pertama kali dengan Azrael. Catatan untuk membangkitkan Titan dan sebuah kekuatan yang tidak terbatas yang bernama The God Matter. Aku akan menjadi tak terkalahkan dengan benda itu. Kamu manusia biasa, mana mengerti dengan semua ini? Kau cuma sampah yang sebentar lagi akan jadi makanan cacing. Burhan, aku yakin sekarang kamu menyesal, coba ingat seluruh dosa-dosamu, ingat seluruh hal yang telah kamu lakukan, ingatlah ketika seluruh hal itu menjadi sia-sia, seolah-olah tak ada satu pun kebaikan yang kamu lakukan, kira-kira kamu masih ingin berada di atas ini?”

Burhan gemetar ia menjawab dengan terbata-bata,”Ti…tidak”

“Tidak, tidak katamu? Seharusnya kamu ingin melakukannya agar aku bisa memberikan hukuman yang pantas atas dosa-dosa yang telah kamu lakukan. Kamu tahu dulu pernah ada orang yang ingin digantung di MOnas kalau dia berbuat korup. Tapi sayangnya dia tidak melakukannya. Tapi aku punya hukuman sendiri untukmu yaitu digantung di Monas.”

“Kumohon jangan! Jangan kumohon!”

“Kamu tahu permainan hang-man?”

“I..iya”

“Nah, kita bermain hang-man. Kalau kamu bisa menjawabnya maka kamu tidak akan digantung. Bagaimana? Baiklah, kita mulai. Lima huruf, silakan!”

“A!”

“Tidak ada!”

“I”

“Tidak ada!”

“U”

“Tidak ada!”

“E”

“Tidak ada!”

“O”

“Tidak ada! Dan sayang sekali sudah lima kesempatan.”

Putra Nagarawan melayang ke belakang tubuh Burhan kemudian mengalungkan tali ke leher Burhan lalu dia berkata, “Jatuh!”

Besi pijakan Burhan tiba-tiba menghilang, sementara itu tangannya yang terikat tak bisa berbuat banyak, Burhan akhinya jatuh dengan tubuh digantung. Burhan meregang nyawa, lidahnya terjulur. Putra Nagarawan mendekat ke arahnya dan berkata, “Jawabannya adalah tak ada jawaban, karena huruf apapun yang kamu jawab, akan aku salahkan! Nah, tunjukan ekspresi kematianmu. Ayo! Naaahh…begitu….”

Burhan pun akhirnya tewas mengenaskan tergantung di Monas, Putra Nagarawan pun segera pergi dari tempat itu, terbang meninggalkan Tugu Monas. Akhir dari balas dendam dan awal dari sebuah rencana besar berikutnya, menguasai dunia.

(bersambung…..)

Author: 

Related Posts