Cerita Panas Berbagi Suami Bule – Part 21

Cerita Panas Berbagi Suami Bule – Part 21by adminon.Cerita Panas Berbagi Suami Bule – Part 21Berbagi Suami Bule – Part 21 THE DICK AND THE DUCK By : Marucil Spoiler for The Dick and The Duck: Bastian POV Suasana semakin ramai, jeritan dan sorakan begitu meriah terdengar. Semuanya tertuju pada seseorang biduanita yang tengah melenggok lenggokan tubuh sintalnya. Dengan suara merdu ia memikat hati para pria pria hidung belang. Mereka, […]

multixnxx-Black hair, Asian, Pov, Thong, Pornstar, A-12 multixnxx-Black hair, Blonde, Long hair, Asian, Cors-4 multixnxx-Black hair, Blonde, Long hair, Asian, Cors-7Berbagi Suami Bule – Part 21

THE DICK AND THE DUCK
By : Marucil

Spoiler for The Dick and The Duck:

Bastian POV

Suasana semakin ramai, jeritan dan sorakan begitu meriah terdengar. Semuanya tertuju pada seseorang biduanita yang tengah melenggok lenggokan tubuh sintalnya. Dengan suara merdu ia memikat hati para pria pria hidung belang. Mereka, Budi, Hendra, Arya, Surya dan Santoso berganti gantian berusaha mendekati Zaskia yang tengah mendendangkan Hitsnya. Tak jarang tangan mereka berlima berusaha menjamah kulit mulus dari memilik goyang itik itu. Bahkan Arya berusaha merapatkan tubuhnya dibelakang Zaskia ketika sedang melakukan goyangan Itiknya, namun Zaskia terlihat menghindar dari perbuatan Arya tersebut.

Tidak hanya para Tama pria saja yang larut dalam kegemrlapan. Tetapi tamu wanita juga ikut memanas dan menikmati suasana. Mereka melakukan goyangan yang tak kalah sensual dari goyangan yang dilakukan Zaskia. Ani dan Anita sudah semakin menjadi, pengaruh alkohol yang mereka minum membuat mereka semakin menggila. Mereka berdua menanggalkan Baju yang mereka kenakan. Meraka terlihat bangga memamerkan dan mengoyangkan payudara yang masih terbungkus oleh Bra masing masing.

Melihat hal itu, Budi dan Arya langsung berpaling dari Zaskia. Mereka mendekati Ani dan Anita lalu kemudian mereka mendekapnya dari belakang. Arya meremas payudara Anita dari belakang. Ie meremas sambil terus menciumi leher Anita. Hal serupa juga dilakukan oleh Budi terhadap Ani.

Anita membungkukan tubuhnya dan menggoyangkan Pantatnya seperti melakukan Goyang Itik milik Zaskia. Dia terus menggoyangkan Pantatnya yang bulat dan semakin menekanya ke penis Arya yang sudah menegang. Mendapat perlakuan seperti itu Arya semakin bersemangat meremas payudara Anita. Terlihat ekspresi kenikmatan dari wajah Arya, Ia jelas sangat menikmati Goyangan yang dilakukan anita terhadapnya.

Aku memang menikmati pertunjukan ini, tetapi aku belum cukup berani untuk bergabung dan menggila seperti tamu lainya. Aku sedikit memisah dari kerumunan. Tetapi aku sama sekali tidak melihat sosok bu Arum dikerumunan tersebut. Rupanya ia hanya duduk menyendiri di mini Bar sambil menikmati minuman keras yang diracik dengan penuh dedikasi. Memang sangat misterius wanita itu. Aku hanya sekilas memperhatikanya karena perhatianku mulai tertuju pada Bang Robert yang terlihat sedang mendekati Tante Erlin. Beberapa saat yang lalu memang Bang Robert memberitahukan padaku bahwa ia sangat tertarik pada Tante Elin, dan mungkin ini manufernya untuk menggoda Tante Elin agar mau tidur denganya malam ini. Ketika tengah asik bergoyang sambil memperhatikan aksi Bang Robert, Eva menghampiriku dan lan langsung memeluku dengan erat.

“Bassssssss, dari mana ajaa loo, Ayoo jogeet dong” kata Eva yang mulai mabok.
“Ahhhh kamu Va, biikin kaget ajaa. Kamu mabok yah Va?” Tanyaku

“Ahhh, mana pernah seorang Mabok, ngaraang luu Baaaaasss” sanggah Eva semakin menyondorkan tubuhnya ditubuhku.

“Pestanya manteep bangeet yaahh baaass, Gue bisa joget dan minum sepuaasnya, hahahahah” kata Eva mulai sedikit tak terkontrol

Eva membalikan badanya dan menirukan apa yang tadi dilakukan oleh Anita. Ia menggesekan bokonya pada penisku. Tetapi penisku terasa tergencet oleh benda padat. Rupanya ada seseorang yang menancapkan dildo kecil didalam anusnya.

“Aduuhhh apaan nihh Va kok keras sih pantat kamu?” Tanyaku penasaran.
“Nihhh lucu kan pantat gue dipasangin ginian?” Sambil mennyingkap gaunya untuk menunjukan pantatnya yang ditancapi dildo dengan hiasan permata diujungnya.

“Ahhhh ada ada aja sih, siapa yang makein.” Tanyaku lagi.
“Gak tahuuu udahhh biarin ajaaa habiss lucuuuu.” Jawabnya sedikit ngawur.

“Evaaaa ayoo sinii gabung” tarik Arya untuk bergabung bersama Anita dan lainya.

****

Kemeriahan kembali berlanjut, Para tamu terus bergoyang mengikuti irama yang ada. Lagu kedua sudah dinyanyikan dengan sangat apik oleh Zaskia. Ia behenti bernyanyi lalu kemudian ia duduk untuk beristirahat sejenak. Bang Robert menghampiri dan duduk disebelahnya. Tanganya merangkul pundak Zaskia dan tangan satunya mulai meraba paha Zaskia yang begitu terbuka. Para tamu lainya akhirnya duduk kembali ditempat semula. Mas Rudy meminta DJ mematikan musik dan kembali mengambil alih jalanya acara.

“Yahh itu tadi dua lagu dari Zaskia Gotik, terimakasih ya Neng sudah menghibur kami disini. Tepuk tangan untuk Zaskia”
Diikuti dengan tepukan tangan semua tamu diruangan ini.

Proook prookk
“Zaaaskiaaa

Suiiiittt” semua orang bersiul dan menyoraki zaskia sebagai bentuk penghormatan atas penampilanya barusan.

“Ruddyyy kok musiknya dimatiin siiihh” seru Ani sedikit mengeluh.

“Naaah karena ini sudah jam sepuluhh lewaatt…. Lima belas menit jadi musik saya matikan, gak apa apa kan. Karena peraturan dihotel ini memang begitu” jelas Rudy.

“Tapi tenang keseruan masih terus berlanjut. Saaampaaaii Paaagiiii”

“Horeeeeyeeeeeeee” semua bersorak.

“Terus habis ini ngapain lagi Rud?”Tanya budi.

“Hmmmm enaknya apa yah? Ada yang punya Ide?”

“Udaaahhh langsung ajaa dehhh, sayaa udah gak taahaaannn nihhhhh “”hmmmm” seru ani seraya mendesaah

“Woooowww ternyata Mba Ani sudah Gak tahaaan nihh, Tapi tahan dulu yah mbaa Ani yang cantik. Kan malam masih panjang, gimana kalau kita main main dulu. Sambil ngeregangin Otot, kan cape tuh Habis Joget bareng Zaskia” Tanya Rudy menawarkan.

“Ahhh terserah elu dah, intinya Gue laper nih, masih ada makanan kaga?” Seru Budi

“Oke kalau begitu, mba pelayan, makananya masih ada kan?” Tanya Rudy pada seorang Pelayan.

“Massih Pak sebentar saya siapkan dulu”

“Nahhh dengerkan Bud, makanan masih banyak kok”

“Emang kamu masih laperr yah Bud?” Tanya Ani

“Loohhh nanti mau ngentotin kamu gak ada tenaga dong kalau gak makaaan” Jawab budi sedikit bergurau.

“Ahhhhhh bisaaa ajaaa dehhhhh”

“Hahahahahahaha” semua tertawa atas penyataan Budi.

Tak lama dua orang pelayan datang membawakan baki berisi makanan dan buah buahan. Mereka menghidangkan rapi diatas meja panjang . Beberapa tamu langsung menyambar kue kue yang disajikan. Rupanya mereka cukup kelaparan. Tak butuh waktu lama makanan yang disajikan sudah ludes tak bersisa. Semabri duduk dan saling bersenda gurau, Arya dan Budi kembali menjaili tubuh Anita dan Ani. Mereka melepaskan Bra ani dan Anita yang Otomatis menjadikan pusat perhatian Tamu yang lain termasuk aku.

Bang robert kulihat tengah merayu rayu Zaskia. Ia terlihat sedang berbisik entah apa yang ia bicarakan. Namun tak lama ia berdiri sambil terus memegang lengan Zaskia.

“Tamu tamu saya yang terhormat, saya mohon ijin dulu yah sebentar”

“Memang mau kemana Boooss Robert?” Tanya Ani

“Heee, saya mau ngobrool sama Zaskia dulu didalem, gak apa apa kan saya pinjam dulu”

“Ahhhh curang nih Pak Robert, masa Zaskianya dibawa masuk sihhh” Protes Santoso.

“Ahhhh kamuu protes aja dari dulu, ada Istri kamu tuhh” jawab Bang Robert.

“Oke yah sudah saya tinggal yaaah, Ayooo neng” Bang robert menarik Zaskia dan mengajak ke Kamar Utama.

“Have Fun yaah Bosss” seru Budi dan Arya.

“Siiiip, kalian juga senang senang yah? Jangan sungkan.”

Robert dan Zaskiapun masuk kedalam Kamar utama. Aku tak tahu apa yang hendak dilakukan oleh Bang Robert terhadap Zaskia. Tetapi dari geliatnya Bang robert akan menggarap tubuh Zaskia didalam sana. Entahlah, aku hanya bisa menghargai keputusan Bang Robert, toh disini aku hanya Tamu yang sebetulnya tidak diundang secara resmi.

“Nahh karena Pak Robert sedang bersenang senang bersama Zaskia didalam sana. Bagaimana kalau disini kita juga bersenang senang?”Kata Rudy.

“Langsung ngentot ajaa nihhh?” Seru Ani tak sabar.

“Mbaa Ani nanti dulu dong sayang, Gak sabar banget yah?” Jelas Rudy

“Ahhh habis aku sudah Horny banget nihhh Masss Rudyyy , Ahhhhhhhhh”

“Ahhh kamu loh Mba, padahal kan saya ada Permainan menarik nihhh”

“Emang apaan coba?”

“Jadi gini, kita bagi 2 Tim aja biar makin seru?” Kata Rudy.
“Jadi lima Lima nih Rud? Terus Timnya siapa saja” tanya Budi.

“Iya Satu tim Lima orang, jadi kan pas tuh”

“Iyaaa boleh boleh, tapi yang seru yah permainanya.” Kata Anita .

“Nah Gini Tim pertama terdiri dari Santoso, Budi, Arya, Hendra dan Bastian”
Jelas Rudy.

“Loohh kok laki semua sih Rud?” Tanya anita bingung

“Yah memang seperti itu, soalnya ini pertarungan antara group laki laki dan perempuan. Setuju kan?”

“SETUJU” para laki laki bersorak semangat.

“Nah otomatis, Tim kedua atau Tim perempuan adalah Ani, Anita, Tania, Mba Elin dan Eva?”

“Lohh berarti Bu Arum gak termasuk dong?” Tanya Arya

“Oh iya saya Lupa masih ada Bu Arum, berarti Bu Arum masuk ke dalam…”
“Ehhhh sayaa nda ikut ah, saya lihat ajaa” Bu Arum memotong kata kata Rudy

“Ahhhh, Bu Arum mah gitu, gak pernah ikutan.” Protes Ani.

“Halaaah sudah kalian saja, saya mah nonton saja, Kalau enggak saya Jadi Juri saja sama Rudy yah” Jawab Bu Arum

“Ahhh Ibu maahh”

“Oke oke sudah sudah, Bu Arum jadi Juri sama saya?” Jelas rudy.

“Iya deh Tapi ada hadiahnya kan Rud?”Ani bertanya lagi

“Halah soal Hadiah itumah Gampang, nanti saya serahkan pada Pak Robert”
Jelas rudy

“Ahhhh kirain bakal kamu yang kasih Hadiah.” Sahut Budi.

“Hehe enggak lah kan ini Hajatnya Pak robert, masa saya sih yang kasih Hadiah.” Lanjut Rudy.

“Jadi kalau semua sudah sepakat, saya akan bacakan peraturanya.Nanti ada 5 babak dan disetiap babaknya masing masing harus menunjuk satu perwakilan terserah nanti setiap kelompok yang menentukan siapa yang akan maju. Oke”

“Jadi permainanya diwakilkan gitu,”tanya Anita

“Iya, tapi gak mengurangi kesenangan bersama kok saya Jamin.”

“Iya udah lanjut deh Rud.”

“Yah peraturanya cuma kaya gitu aja, Nanti tantangan tiap rondenya yang bacain Bu Arum saja ya? Tanya Rudy pada Bu Arum.

“Iyaa bisa” jawab Bu Arum singkat.

“Oke ronde pertama dimulai, silahkan menentukan perwakilan pertamanya”seru Rudy.

“Yeeeee”Semua bersemangat.

Sementara itu.

Robert POV
“Aduhh neng Zaskia, makasih ya sudah bersedia hadir di pesta saya” Kataku
“Iya Mas, Neng juga makasih loh udah dikasih bonus banyak.”Jawab Zaskia.

“Halah segitu gak berarti buat saya”
“Tapi beneran kan Mas Robert nanti mau biayain pembuatan Album Neng yang baru”

“Saya kan sudah Jani, Pantang bagi saya mengingkari Janji.”

“Asiiiik, Eneng seneng deh dengernya.”Zaskia sedikit tersipu.

“Nanti kalau Album Eneng sudah rilis, Saya carikan Promotor nanti eneng bisa promo album sekaligus tour keliling Indonesia.” Jelasku kepadanya.

“Waaah, beneran Mas Robert, Baik bangett deehh sama eneng”

“Untuk wanita secantik neng Zaskia mah apa saja bisa saya lakukan”

“Ahhh bisa aja deh Masss”

“Nahh sekarang Neng mau kan penuhi permintaan saya?” Rayuku sambil mengelus pahanya.

“Iyaaa” Angguknya menandakan setuju

“Nahh eneng sekarang. Berdiri di situ, lalu berpose seperti eneng sedang goyang itik ya” pintaku

Zaskiapun menurutinya. Ia berdiri dan bertumpu pada pinggur meja kemudian ia bungkukan tubuhnya seperti ia sedang melakukan goyangan Khasnya. Lalu kududuk dibelakang tubuhnya, kuminta ia menggoyangkan Pantat sintalnya. Semabari ia menggoyangkan ekornya kudekatkan wajahku pada bokongnya dan kuhirup aroma bokongnya yang cukup wangi. Kuminta ia terus bergoyang hingga aku puas mengendus tubuh bagian belakang dari dara kelahiran Bekasi tersebut.

Setelah puas mengendus aroma bokongnya, kupegang pinggiran cdnya lalu kuloloskan kebawah.

“Ahhhh, Mas Robert nakal yah ternyata” sahut Zaskia.
“Habis Pantat kamu buat saya nafsu,coba goyangin lagi”
“Aahhhh Mas Robert muji terus nihh” Kata zaskia sambil menggoyangkan Pantatnya lagi.

“Huuuuhhh, darah saya semakin mendidih melihat kamu neng” kaaku sedikit merajut.

Zaskia hanya tersenyum. Terlihat dari rajut mukanya bahwa ia tidak keberatan aku melakukan hal yang lebih dar ini Mendapat ekpspresi seperti itu membuat saya menjadi lebih berani lagi. Kubuka semua pekaian yang aku kenakan, lalu kubiarkan celana dala sutra berwanra putih tetap menutupi jagoanku.

“Nahhh kita sudah serasi kan, Kamu pake gaun putih, celana dalam saya putih, lucu kan”

“Ahhhh, Mas Robert genit deh.”

Kuminta Zaskia menyentuh penisku yang belum tegang sempurna. Ia hanya mengelusnya dari balik calana sutraku. Aku memintanya untuk terus mengelus penisku dengan posisinya tetap membelakangiku. Kurangkul perutnya dengan tangan kiriku dan tangankananku membelai rambutnya yang lembut.

****

Marucil POV

Kelompok Pria dan Wanita sudah menunjuk perwakilanya masing masing. Kelompok pria diwakilkan oleh Mas Santoso sedangkan kelompok wanita diwakilkan oleh Ani yang sedari tadi sudah sangat bernafsu ingin segera dibelai oleh sentuhan lelaki.kedua perwakilan sudah saling berhadapan satu sama lain. Penampilan ani yang sudah bertelanjang dada membuat mata Santoso sedikit melotot, tampaknya ia ingin segera menerkan payudara montok didepanya.

“Oke, saya akan membacakan tantangan pada ronde pertama ini. Mohon dengarkan baik baik” Bu Arum membuka permainan ini

“Tantangan pertama,pada ronde ini adalah. Setiap pewakilan dari masing masing kelompok akan mendapatkan Hand Job dan barang siapa saja yang pertama kali mendesah berarti kelompok yang diwakilkan otomatis kalah. Sudah jelaskan apa yang saya bacakan”

“Sudah bu, eh Tapi yang ngelakuin Hand Job siapa Bu?” Tanya Santoso.
“Yah minta tolong sama…..”
“Sama Eksekutor, dan eksekutornya adalah saya dan Bu Arum”
“Berarti saya nih yang kasih Hand Jobnya?” Bu Arum sedikit kaget karena ternyata dia akhirnya tetap terlibat langsung dalam permainan ini.
“Iya dong Bu kan Ibu juga Jurinya. Nanti Bu Arum jadi Eksekutornya mas Santoso” Jelas Rudy.

“Yeees” Santoso terlihat girang.

“Kamu kok seneng banget sih Ay?” Tanya Tania kepada suaminya.
“Ya, Jelas seneng lah Mah kan mau dikocokin sama Bu Arum, hehe. Ayo dimulai Bu” lanjut Santoso begitu semangat.

“Yahhh oke lah, lama juga saya nda ngocokin kontol orang” kata Bu Arum dalam hati.

“Oke buat peserta silahkan melepaskan bawahan masing masing” pinta Rudy.

Santoso dengan semangatnya langsung melepas celana dan CDnya. Terlihat penisnya sudah cukup tegang sedari tadi. Begitu juga dengan Ani, ia melepas Roknya dan CD Gstringnya yang otomatis membuatnya langsung telanjang bulat karena sebelumnya ia sudah bertelanjang Dada. Ani dan Santoso diminta duduk diSofa. Mereka mengambil posisi senyaman yang mereka rasakan. Lalu Rudy dan Bu Arum duduk disamping Ani dan Santoso yang sudah mulai membentangkan kakinya.

“Yang enak yah Bu ngocoknya” kata Santoso sambil nyegir penuh maksud.
“Hei, ada Istri kamu loh” sahut Bu Arum.

“Oke sekali lagi saya tegaskan, yang pertama kali mendesah berti kalah yah. Oke Siaaap” kata Rudy mengulang Peraturan tantangan.

“Hmmmm siaaap” Jawab Ani dan Santoso bebarengan.

“Awas kamu San kalau sampe kalah” seru Budi.
“Wooo tenang aja, saya bisa tahaan kok.”Jawab Santoso dengan percaya diri.

“Siaap siaap, mulai” Seru Rudy memulai permainan.

Bua Arum langsung menggengam Penis Santoso yang sudah tegang sempurna kemudian ia mengocoknya agak sedikit bertenaga. Santoso langsung memejamkan mata dan menahan agar ia tidak mendesah duluan. Rudy juga sudah mulai mengeksekusi Vagina Ani yang ditumbuhi sedikit bulu yang rapi. Rudy memasukan dua jarinya dan terus mengocok Vaginanya yang sudah sangat basah itu. Rudy juga sedikit memberi tekanan pada klitoris Ani yang membuat tubuhnya sedikit mengejang namun tetap berusaha menahan desahanya.

Waktu sudah berjalan satu menit dan belum ada tanda tanda dari keduanya akan berdesah. Keduanya begitu menuikmati permainan tangan yang diberikan oleh para Juri. Namun kenikmatan itu seolah tertahan karena mereka tidak bisa dengan bebas mengeluarkan rasa nikmat itu dalam bentuk desahan.

Peserta yang lain hanya duduk memperhatikan aksi dari para juru ini yang membuat darah semakin berdesir. Tidak hanya para peserta. Seorang pengawal pribadi Pak Robert juga tengah mengamati permainan ini. Dia terlihat begitu menikmati apa yang ia saksikan, nafasnya memburu dan tanganya terlihat mengelus kemaluanya sendiri.

Cloook
Cloooookkkk
Clooookkkk

Rudy dan Bu Arum semakin cepat mengocok kemaluan Ani dan Santoso, mereka masih terus menahan desahan masing masing dengan menutup mulut mereka dengan rapat. Budi dan Arya terus menyemangati Santoso, dedangkan Anita, ia justru mendesah sendiri melihat aksi Ani dan Santoso. Ani semakin memejamkan matanya tubuhnya sedikit menggeliat menikmati permainan tangan dari Rudy yang begitu mengilukan, Dan.

“Aaaaacchhhhhhh aaaaachhhhh, ooouhhhhhh, Akuu nyeraah dah gak kuat nahaaan aahhhhhhhhhhh” desahan Panjang keluar dari mulut Ani yang tak kuasa lagi menahanya.

“Yeeeee Kitaaa menaaang” Sorak Budi dan Arya”

Rudy dan Bu Arum menghentikan kocokan tanganya dan kemudian berdiri dari sofa.

“Yaaah Buu tanggung nih” sahut Santoso memelas
“Wuuuuu keenakaan kaamu” Protes Istrinya.

“Ahahaha, iya kamu San malah keenakan kamu dikocokin Bu Arum” lanjut Budi.

“Karena Ani yang pertama kali Mendesah berarti pemenang Ronde pertama adalah Kelompok Pria” kata Rudy.
“Yeeeeeeee” para Pria bersorak dengan riangnya.

“Nahh sekarang langsung menuju babak atau ronde kedua, kali ini tetep dengan Satu perwakilan dari masing masing kelompok.”Jelas Rudy
“Nah sekarang silahkan maju perwakilan dari kelompok masing masing” lanjut Rudy.

Eva maju sebagai peserta selanjutnya dari kelompok Wanita. Lalu dari kelompok Pria ada Budi yang mewakili, begitu semangatnya mejau mewakili kelompoknya setelah sebelumnya ia memohon untuk maju terlebih dahulu karena tahu akan mendapat eksekusi dari Bu Arum.

“Oke Bu saya siap dengan tantangan selanjutnya” kata Budi begitu berharap ia akan dieksekusi dengan hal yang sama oleh Bu arum.

“Oke karena perwakilanya sudah siap bu Arum akan membacakan tantangan selanjutnya. Silahkan Bu” terang Rudy.

“Oke, untuk tantangan selanjutnya adalah berhubungan dengan Tahaan…. Ketawa”

“Haaaaah, Kok ketawa sih Bu?” Tanya Budi terlihat tak percaya.

“Iya Tahan ketawa, jadi situ harus bisa nahan ketawa ketika saya kelitikin” jelas Bu Arum sedikit terpingkal.

“Yaaaaah, kalau ini mah saya bisa kalah” keluh budi.

“Rasaain tuh, tadi nyerobot pengen duluan sihhh” sindir Arya pada budi.

“Peraturan tetap peraturan, jadi bisa kita mulai sekarang kan Mas Budi?”

“Iya bisa Bu Arum”

“Oke Rud, kita siap siap”

Rudy dan Bu Arum berdiri membelakangi budi dan Eva. Mereka menaruh jemarinya di perut masing masing peserta. Lalu ketika Rudi menghitung mundur mereka langsung menggelitik perut Eva dan Budi. Tetapi tak sampi satu menit Budi langsung tertawa terbahak bahak karena memang ia tidak kuat menahan geli. Akhirnya kelompok wanita memenangkan babak kedua. Skor sementara masih seimbang 1-1. Lalu permainanpun berlanjut ke Ronde ketiga.

“Semuanya masih bersemangat” tanya Rudy.

“Masihh dong, baru juga mulai, udah lanjut lagi Rudy biar cepat ke babak Utamanya” kata Arya bersemangat.

“Aduhh sabar Dong Mas Arya, kan permainan baru saja mulai” Jawab Rudy.
“Oke untuk mempersingkat waktu kita lanjut babak 3. Agar dirasa adil, untuk yang maju mewakili kelompoknya akan dipilih langsung oleh saya dan Bu Arum. Oke”

“Saya pikir semuanya setuju ya, berarti saya bisa langsung memilih peserta selanjutnya. Untuk kelompok wanita saya memiliih… Tania. Silahkan bu Arum memilih dari Kelompok Pria.”

“Oke saya akan memilih siapa yaah, hmmmm bingung.”

“saya saja bu” kata hendra
“Ehhh sayaa Buuuu” sambung Arya

“Sayaa piliiih Bastian”

“Haaah aku Bu” Jawab Bastian bingung
“Iya kamu, sudah sini”

Bastian dan Taniapun maju ketengah dan duduk disofa sesuai permintaan Rudy lalu Rudy meminta Bu Arum membacakan tantangan selanjutnya.

“Oke sebentar saya lihat dulu” Bu Arum tiba tiba sedikit menaikan alisnya seolah ada hal yang mengagetkan baginya.

“Eeeehhh Tantangan selanjutnya sama seperti tantangaan pertama dimana peserta harus bisa menahan Desahan selama diberikan …. Oral sex oleh Juri”
Bu Arum menjelaskan dengan perlahan.

Bastian POV

Mendengar tantangan yang diberikan oleh bu Arum jantungku langsung berdebar kencang. Aku benar benar tak percaya apa yang akan terjadi. kulihat Mas budi sedikit menyesal karena dia hanya mendapat tantangan tahan ketawa saja. Tetapi aku mendapat tantangan untuk tidak mendesah selama di Oral oleh Bu Arum.

Mas Rudy menyuruhku dan Mba Tania membuka celana. Aku menuruti permintaan Mas Rudy. Dengan sedikit rasa malu aku membuka celana Jeasn putihku dan kuletakan tak jauh dari tempatku duduk. Aku masih sedikit malu untuk memperlihatkan ukuran penisku. Aku mencoba menutupinya setelah aku membuka celana dalamku. Tetapi Mba Tania menyuruhku untuk tidak menutupinya

“Udahh gak usah ditutupin gitu dong Bastian, gak usah malu” Kata Mba Tania sambil menyingsingkan Gaunya keatas dan melepas CDnya

“Iya Mba” sambil ku melepas tanganku dari penisku. Aku tak peduli orang mencibir ukuran penisku toh mereka baru saja kukenal.

Kulirik kearah Mba Tania yang sedang melepas CDnya lalu ia mengangkangkan kedua pahanya dan memperlihatkan memeknya yang ditumbuhi bulu cukup lebat, tetapi tidak selebat Tante Ocha. Bagiku Jembut Terlebat dan terindah hanya milik tante Ocha seorang. Mba Tania terlihat tidak malu memperlihatkan kemaluanya didepan lelaki lain, padahal suaminya ada dihadapanya. Mba Tania terlihat sudah terbiasa dengan hal itu dan kulihat Mas Santoso suami Mba Tania seolah merelakan begitu saja kemaluan Istrinya diumbar dan dilihat banyak orang.

“Nak Bastian, gak apa apa kan kalau ininya ibu Kulum?” Tanya Bu Arum sambil menyentuh penisku yang hampir tegang sempurna.
“Iya Bu gak apa apa kok.” Jawabku menghela nafas.

“Mas Santoso, saya minta izin buat jilatin memek istri situ?” Kata Mas Rudi dengan cengiran penuh arti
“Hmmmm, iya silahkaan.” Jawab Mas Santoso dengan ekspresi biasa saja.

“Udah siap Bu?” Tanya Mas Rudy
“Sudah”

“Ayo dong dimulai,aku yang hitung yah?” Seru Mba Ani
“Satu, Duaa Tigaa, Ayooo Buu emut kontolnya Bastian” teriak Mba Ani berharap aku yang pertama kali mendesah.

Bu Arum menatapku sambil sedikit mengocok penisku. Ia tersenyum kepadaku, manis sekali. Senyum yang begitu indah dari seorang wanita yang aku tak sangka telah berumur 52 Tahun.
Bu Arum perlahan mendekatkan mulutnya pada penisku. Ia mulai membuka bibirnya dan memasukan kepala penisku didalam mulutnya. Lalu ia mulai mengulum dan menyedot kencang penisku. Kepalanya bergoyang keatas dan kebawah seraya lidahnya menyapu batang kemaluanku.

Mas rudy juga kuliat mulai liar menjilati memek Mba Tania. Lidahnya ia masukan kedalam dinding Vagina Mba Tania. Jilatan itu membuat mba Tania menggigit bibirnya sembari matanya terus membuka tutup. Tanganya ia letakan dikepala mas Rudy yang tengah sibuk menyapu seluruh permukaan memek Mba Tania. Sesekali Mas Rudy menyedot dan sedikit mengigit klitoris yang membuat Mba Tania sedikit kelojotan namun ia tetap berusaha menahan desahanya dengan terus mengigit bibirnya.

Aku kembali melihat Bu Arum yang semakin liar memainkan penisku. Berbeda seperti yang aku lihat sebelumnya. Beberapa waktu yang lalu Bu Arum terlihat misterius dan pendiam hingga membuatku tak berani untuk berkenalan. Namun kini ia begitu lihainya memainkan bibir dan lidahnya pada penisku. Kulumanya cukup kuat belum legi ketika ujung lidahnya bermain dilubang kencingku. Membuatku sedikit menggelinjang dan tak kuasa ingin berdesis. Namun aku menahan sekuat yang aku bisa. Kini bu Arum tak hanya mengulum penisku saja, namun ia juga mengulum buah sakarku, ia memasukan seluruh buah Zakarku kedalam mulutnya. Aku tak percaya wanita paruh baya ini mampu melakukan semua hal itu . Mulut bu Arum semakin kuat menyedot penisku bagai mesin Vacuum.

“AAAAAAAHHHHHHHHHHHH”

Keluar desahan dari bibir Mba Tania. Rupanya ia tak kuat untuk menahan permainan lidah Mas Rudy di memeknya. Ia kalah dalam permainan kali ini, tetapi ia tidak membiarkan Mas Rudy menghentikan permainanya. Mba Tania justru menekan kepala Mas Rudy yang semula berusaha menyudahi jilatanya di memek Mba Tania. Mba Tania tak hanya menjambak rambut dan menahan kepala mas Rudy saja namun ia juga meremas dadaku dan terus mendesah kencang

Aaaaaaachhhhhhh. Enaaaak bangeet aaahhhhhh terussss achhhhhhhhh.

Bu Arum sudah sedari tadi melepas kulumanya dari penisku ketika mendengar Mba Tania mendesah. Bu Arum menyeka air liurnya yang meleber di di pipinya sendiri, ia berdiri sambil terus tersenyum menatapku. Akhirnya Mas Rudy berhasil melepas jerat Mba Tania. Dan ia juga berdiri untuk memberi selamat karena kelompoku memenangkan babak ketiga ini. Kelompokku sudah mengunguli satu poin dari kelompok wanita. Tinggal satu poin lagi maka kelompoku yang akan memenangkan permainan gila ini.

Aku memakai kembali celana Jeansku, begitu juga dengan mba Tania ia merapihkan Gaun yang ia kenakan tanpa memakai CD kembali. Lalu ia berdiri dan memeluk dan mencium pipi suaminya seolah dimaksudkan sebagai ungkapan permintaan maaf karena ada lelaki yang menjilati memeknya didepan mata suaminya. Namun dari yang aku lihat tidak ada sedikitpun ekspresi kesal atau marah atas perbuatan Mas Rudy terhadap Istri Mas Santoso. Walaupun Mas Santoso sadar betul bahwa Mas Rudy memang sengaja memilih Mba Tania karena tahu isi dari Tantangan babak ketiga tadi seperti apa. Namun pada dasarnya Mba Tania dan Mas Santoso adalah penganut Swinger, mereka sudah terbiasa bertukar psangan dengan pasangan suami istri lainya.

Sejak permainan ini dimulai aku sadar betul ada sedikit keanehan dari jenis tantangan yang diberikan. Entah ini dibuat sendiri oleh Mas Rudy atau ia menyadur dari sumber lain aku tak mau Tahu. Tetapi walaupun sedikit aneh permaianan ini membuat kami semua larut dalam kegembiraan. Kami menikmati setiap permaianan yang ada. Aku menjadi berfikir apakah setiap pesta yang diadakan oleh Bang Robert ada permainan semacam ini? Aku jadi penasaran ingin menanyakan kepada Bang robert.

Pemain keempatpun sudah terpilih. Tante Elin dan Koh Hendra. Sejak masuk kedalam ruangan ini memang mereka berdua tak banyak berbicara dan bersorak seperti lainya. Mungkin karena tenaga mereka sudah cukup terkuras oleh permaian disiang hari tadi. Koh Hendra dan Tante Elin duduk berdampingan untuk mendengar tantangan keempat yang akan diberikan oleh Bu Arum. Dan benar saja permainan selanjutnya jauh lebih aneh.

“Oke permainan selanjutnya adalah Ass Licking”,
” perwakilan dari setiap kelompok harus menjilati anus anggota kelompok lawan”
Jelas Bu Arum.

“Maksudnya bu?” Tanya Koh Hendra tak mengerti.
“Jadi Hendra jilatin pantat kelompok wanita kecuali jeng elin. Nah begitu juga sebaliknya, gitu sih yang saya tangkap dari petunjuk ini, bener ga Rudy?”
“Iya bener banget kaya gitu” jawab Rudy singkat.
“Kalau Hendra keberatan sih gak apa apa tapi berarti kelompok wanita yang otomatis menang.” Lanjut Bu Arum yang terlihat sudah semakin menjiwai sebagai juri dari permainan ini walau awalnya ia malu malu.

“Wahh kalau saya sih pantang menyerah Bu,Ayo mba mba sini pantatnya kasihkan ke saya” goda Koh Hendra.

“Tapi nanti penilaianya gimana?” Tanya Anita
“Yah nanti saya dan Bu Arum yang menilai, siapa yang mendapat penilaian terbanyak itulah yang menang. Udah ngerti kan”

“Iyaa udah, tapi nyalain musik dong Mass Rudy, sepi banget nih kaya dikuburan”
Pinta Ani melanjutkan.

“Okeee tapi gak usah kenceng kenceng yaaaah.”

Mas Rudy menuju alat pemutar musik yang ditinggalkan oleh DJ Diana, lalu ia bergegas kembali lagi bersama kami. Ia meminta kami untuk telungkup dibawah Sofa dan melorotkan celana kami hingga bokong kami terlihat. Aki berjejer dan para lelaki nampak merasa aneh akan situasi ini. 4 orang lelaki dengan pantat terbuka saling berdekatan menunggu seseorang menjilati lubang matahari kami. Situasi yang aneh bukan?. Bagiku ini sangat lah aneh. Tetapi tunggu kelompok perempuan diwakilkan oleh Tante elin , aku baru ingat bahwa dia sangat lihai menjilati pantat seseorang. Tadi siang saja aku hampir kehilangan keperawanan pantatku dengan menusuk lidahnya kedalam lubang anusku.aku yakin dia dan kelompok wanita yang akan menang.

Permainanpun dimulai Koh Hen dan Tante Elin mulai menjilati pantat kami satu persatu. Koh Hendra mengicar pantat Mba Tania terlebih dahulu ia menjulurkan dan menyapu pantat Mba tania dengan liarnya. Mba Tania mulai menggeliat akan permaian lidah Koh Hen pada lubang anusnya, Koh Hen menjilatinya bagai ia menjilati es krim yang lezat dan bergizi.Kemudian Koh Hen bergilir menjilati wanita lainya hingga semuanya kelojotan dibuatnya.Disisi lain Tante Elin tak kalah menggila dengan menjilati Sunhole kami. Iamemang sangat profesional melakukan hal tersebut. Lidahnya berputar dan melilit semua permukaan anus kami. Mas Budi berkali kali tertawa terbahak bahak karena dia memang tidak tahan akan rasa geli. Tante elin yang melihat hal itu justru semakin bernafsu mengerjai pantat Mas Budi yang terus memohon ampun oleh perlakuan wanita bertubuh gemuk tersebut.

Akhirnya kegilaan ini berakhir. Mas Rudy menyudahi permainan ini. Beberapa peserta Laku laki merasa beryukur permainan ini telah usai. Karena mereka mengaku jarang atau ada juga yang tidak pernah diperlakukan seperti barusan. Mereka hanya cengar cengir karena menerima pengalaman unik walaupun aneh api cukup membuat kenangan. Mas Rudy dan Bu Arum menghitung penilaian terhadap aksi Tante elin dan Koh Hen. Dan menentukan siapa yang berhak menang pada ronde kempat ini. Akhirnnya para juri memutuskan siapa yang menang. Dan tentu saja seseorang yang menang adalah Tante Elin karena baik Mas Rudy maupun Ibu Arum memberikan penilaian yang cukup tinggi pada Tante elin. Hal itu sekaligus kemenangan untuk kelompok wanita yang membuat kedudukan kembali seri.

****

Robert POV

“Ahhhhhh betul kaya gitu sayang, terus elus burung saya ahhhhhhh, kamu ternyata tidak hanya cantik dan pintar nyanyi tapi piawai juga yang seperti ini” pujiku kepada Zaskia yang terus mengelus penisku dari luar celana suteraku.

“Achhhh, Maas Robert bisa aja, dari tadi the muji eneng terus, kan eneng jadi malu” jawabnya sedikit malu malu.

“Ahhhhh, Boleh saya masukan Burung ini kesangkarnya?” Tanyaku memastikan.

“Hmmmmm” Ia tak menjawab hanya mengangguk saja.

“Ahhhhh kamu bail sekali sayaang”
“Sebentar yaaaah”

Saya meninggalkan sejenak Zaskia yang tetep menahan posisinya sedari tadi. Kuambil sebuah kondom dan kupasangkan pada penisku yang sudah dalam keadaan tegang maksimal. Saya kembali kepada Zaskia, kuminta ia menunggingkan tubuhnya dipinggiran Kasur.Ukuran Hak sepatu yang ia kenakan membuat bokongnya semakin merekah, kini dapatkulihat dengan jelas gundukan daging yang berkilau oleh cairan vaginanya. Kudekatkan Mukaku didepan bokongnya dan kembali kuendus aroma khas yang keluar dari dalam liang kenikmatan itu.

Kujulurkan ludahku dan kucoba menusukanya kedalam Vaginanya. Dapat kurasakan diujung lidahku seluruh dinding Vaginanya berdesir dan semakin terasa basah oleh cairanya. Terus kumainkan lidahku hingga aku beralih memainkan lidah panasku di bibir anusnya.Tidak hanya itu, akupun menusukan telunjuku sedalan ruas jariku, Ia tidak bergeming dan tidak ada tanda penolakan. Ia hanya mendesah kecil setiap kali lidahku ini menyapu selangkanganya. Kucoba untuk membasahi seluruh selangkangan Zaskia agar Burungku dapat terbang dengan mulus tanpa hambatan menuju sangkar kenikmatan.

“Ahhhhhhhhhh”

Aku berdiri membelakanginya dan kulihat nafasnya mulai memburu. Bibirnya mengaga terengah oleh permainan kecilku barusan. Kupegang dua belahan pantatnya dan sedikit kuremas dengan lembut dan jantan. Kuminta ia menggoyangkan pantatnya seperti ia sedang bergoyang. Hmmm sungguh menggemaskan melihat dua bongkahan daging itu berliuk liuk seperti jelly diatas piring aku semakin bergairah melihatnya. Kutampar dengan pelan bokong kanan Zaskia, terlihat bekas merah tanganku serasi dengan bokongnya yang putih walau ada sedikit bercak hitam dipangkalnya. Tetapi aku tak peduli, itu tak mengurangi keindahan yang tercipta.

Aku keluarkan penisku dari sela sela celana sutraku. Kutempelkan pada bibir vaginanya yang terasa mulai berkedut. Kuppegang kedua pantatnya dan kuposisikan penisku tepat menuju lubang keindahan Zaskia. Lalu kutekan pinggulku,Dengan sekali dorongngan penisku masuk ke dalam liang vaginanya. Kubiarkan sejenak

“Aahhhhhhhhh” terdengar desahan merdu dari bibir pedangdut ini.

Kuatur alur nafasku dan kubersiap memompa pinggulku. Hoop kupompa dengan penuh penghayatan dan begitu perlahan namun jantan. “Ohhhhhhhh” kurasakan setiap desiran darahku semakin mengalir kencang.

“ACCCHHHHH” Zaskia hanya mendesah tanpa berbicara apapun. Kepalanya menengadah kelangit langit kamar

Setelah Tujuh pompaan didalam Vaginanya aku mencabut penisku lalu kuletakan diselah selah bokongnya. Aku tarik tubuhnya kebelakang dan kudekap payudaranya. Kuremas payudaranya dari balik gaun angsanya.

“Ahhhhh” Ia kembali mendesah dan terus mendesah.

Kujilati leher jenjangnya, kutelusuri lehernya sampai behenti ditelinganya. Kumasukan ujung lidahku didalam lubang telinga Zaskia. Kumainkan lidahku yang membuat tubuhnya sedikit menggelinjang.

“Aahhhhhh maaas Robert Geliii atuuuh” katanya.

Mendengarnya merasa geli oleh permainan lidahku, akhirnya kuhentikan dan kini aku beralih meremas payudaranya. kumasukan tanganku kedalam bajunya kuraih putingnya yang imut dan sedikit kucubit. Kuminta Zaski berlutut dibawah lantai, kuarahkan tubuhnya diatas kasur. kuremas lagi bongkahan bokongnya dan kubelah hingga lubang anusnya dapat kulihat. Kujulurkan lidahku dan kubasahi lubang anusnya, kucoba menusuk lubang itu dengan lidahku agar sedikit membuka “Ahhhhhhh” Zaskia terdengar melenguh atas apa yang kulakukan. Kujilat jari telunjuku dan aku mencoba menusukanya kedalam anusnya yang berwarna coklat muda. Kucoba menusuknya semakin dalam untuk mengetahui reaksinya. ternyata sama seperti sebelumnya, ia sama sekali tidak mengeluarkan reaksi penolakan atas perbuatanku. Akhirnya aku memberanikan diri, kucabut jariku dari dalam pantanya dan aku kembli merapat dehadapan bokongnya. Kudekatkan kepala penisku di depan lubang anus Zaskia yang sudah sedikit terbuka. Aku mencoba mendorongnya dengan sedikit tekanan. Memang agak sulit diawal, tetapi pelumas yang terkandung di kondom yang aku gunakan mempermudah jalan bagi burungku menuju jalan belakang.

BLESSS

Akhirnya Penisku amblas juga didalam anusnya yang begitu elastis. mungkin ini pengaruh dari goyangan Itiknya sehingga membuat otot otot di anusnya menjadi kuat dan elastis. Yang jelas penisku serasa dijepit karenanya. Aku mulai menggerakan pinggulku, kupompa dengan sangat perlahan dan lembut karena aku tahu walau elastis lubang anus tidak seperti lubang vagina yang mampu dimasukan penis sebesar apapun. Aku memompa sebanyak 5 kali lalu aku mencabutnya dari dalam anusnya. Aku menyuruhnya bangkit dan duduk dipinggiran kasur karena aku sudah puas mencicipi dua lubang kenikmatanya. Aku memang kerap menggunakan kombinasi angka dalam setiap ritual sexku. 7 kali aku memompakan penisku didalam Vaginanya dan 5 pada anusnya. Itu melambangkan tahun kelahiranku 1975. Aku selalu menggunakan angka 75 walau sedikit aku sudah merasa puas. Kini aku menyuruhnya berdiri kembali, kulihat Zaskia menyeka cairan vagina dengan tanganya sendiri. Aku memintanya untuk memperlihatkan Payudaranya, iapun menuruti permintaanku. Zaskia menurunkan kembenya dan mengeluarkan kedua payudaranya yang tidak begitu besar bagiku. Putingnya berwana coklat muda dan berukuran kecil, memang sesuai dengan postur tubuhnya yang kurus.

Zaskia kembali berjoget sesuai permintaanku, ia melakukan goyang Itik sambil meremas sendiri payudaranya. Aku menyaksikan dengan hikmat apa yang tengah dilakukan oleh Zaskia. Lalu aku pindah ke sofa dan kulepas kondom yang kukenakan. lalu aku mengocok sendiri penisku sambil melihat liuk liuk liar dari seekor itik dengan tubuh yang begitu sexy. Zaskia terus menggoyangkan pinggulnya hingga aku orgasme”Ohhh ” Sungguh nikmat sekali Spermaku muncrat dan membasahi sofa yang aku duduki. Terlihat ekspresi yang aneh dari raut muka Zaskia, ia seolah heran apa yang barusan aku lakukan

“kalau ujung ujungnya dia ngocok sendiri burungnya kenapa tadi nyodok memek dan pantat gue” Kata Zaskia dalam hati

Zaskia kembali merapihkan pakaianya namun aku meminta untuk tidak mengenakan celana dalamnya lagi. Akupun kembali memasukan penisku Kurapihkan celana suteraku dan kukenakan Piyama sutra berwarna coklat. Kudekati Zaskia yang tengah merapihkan pakaian dan rambutnya lalu kukecup pipinya serayang merangkul pinggulnya. Kuajak dia untuk keluar lagi bergabung dan menikmati pesta yang sudah kubuat.

Bastian POV
Permainan Kelima ini sungguh tidak daapat aku duga. Kami saling dipasangkan melalui undian dan harus melakukan hubungan sex secara bersamaan, dan poinya dihitung dari siapa yang terakhir kali orgasme. Jadi buat kelompok yang anggotanya mengalami Orgasme paling banyak ya kelompok itulah yang kalah. Aku kedapatan berpasangan bersama dengan Mba Tania, awalnya sempat canggung karena ada suaminya disini tetapi rasa canggungku hilang begitu memek mba Tania menyentuh penisku. Dari kelima anggota kelompok pria hanya aku yang sanggup bertahan, yang lainya tak sampai 5 menit sudah menyemprotkan sperma didalam memek pasangannya masing masing. Sebenarnya aku hampir saja kalah oleh Mba Tania yang ternyata permainanya cukup liar dan ganas walau suaminya ada disebelahku. Tetapi aku dapat membuatnya Orgasme terlebih dahulu, walaupun hal itu tidak mengubah kedudukan poin kelompok Pria. Kelompok Pria kalah pada Ronde kelima yang otomatis memenangkan Kelompok wanita dalam Permainan Ini. Para wanita bersorak karena dapat mebgalahkan lelaki. Mereka terus meledek walau hanya bertujuan meramaikan suasana.

Saat ini pukul setengah 12 permainan sudah mendapat pemenang. Kami kembali duduk disofa sembari melonggarkan otot dari permainan yang cukup menguras energi kami. Sebagian sudah ada yang berpakaian lagi, sebagian masih ada yang setengah bugil. Kulihat Eva masih berada didalam dekapan Mas Budi yang tadi menjadi partnernya. Pakaianya masih sedikit terbuka. Kulihat ia sudah sangat kepayahan, ia hanya bersender dengan nafasnya yang terengah engah. Tante Elin kulihat masih cukup segar ia sedang asik bercanda dengan para lelaki yang tadi sempat berebut menjadi partnernya. Tante Elin tadi berpasangan dengan Mas Arya dan berhasil mengalahkan mas Arya hanya dalam waktu 3 Menit.

Kini aku sudah semakin membaur dengan para orang tua orang tua ini, aku menyebut demikian karena mereka pada dasarnya sudah berumur semua. Entah mengapa, tiba tiba aku bersemangat lagi adrenalinku masih bergejolak. Mungkin karena tadi aku belum mendapat orgasme. Tapi yang pasti aku akan memberikan sesuatu untuk aku tunjukan untuk para kawan baruku. Kawan? Seperti aku seumuran saja dengan mereka. Tetapi seperti itulah. Selama permainan tadi semua yang ada disini menganggapku seperti sahabat mereka jadi sudah sepantasnya aku juga menganggap mereka sebagai sahabat dan kawanku.

Aku mengambil es Jeruk nipis yang disajikan oleh pelayan barusan. Rasa kecutnya membuatku melek lagi, efek elkohol yang sedari tadi kuminum bersama tamu yang lain seolah sedikit berkurang. Apa lagi yah yang harus kulakukan sementara waktu saja masih panjang dan walaupun semua orang sudah terlihat lemas namun aku yakin mereka masih memiliki tenaga untuk menjalankan pesta ini hingga pagi.

Mas Arya dan Tante Elin terus mengobrol satu sama lain dan kulihat Arya terus mengelus memek Tante elin. Lama kelamaan Arya justru mengocok memek Tante elin yang membuat suasana semakin gaduh. Bukan karena desahan kecil yang dikeluarkan mulut Tante Elin. Tetapi karena Tante Elin mendapat Squirt ketika Arya terus mengocok memeknya dengan cepat. Hal itu sontak membuat rasa penasaran semua orang hendak melihatnya lagi. Semuanya penasaran hingga Bu Arum juga penasaran, bahkan Bu Arum meminta agar diperbolehkan mengocok memek Tante Elin. Tante Elin mengijinkanya dan Bu Arumpun menggesekan tanganya dibibir memek Tante Elin hingga Tante mendapat Squirt lagi.

Tante hanya mendapat Squirt sebanyak 4 karena dia mengaku lelah karena dari siang ia sudah berhubungan sex denganku. Ia duduk lemas bersender disofa. Selangkanganya masih terbuka lebar dan disekitarnya terlihat begitu basah dan becek oleh cairan ejakulasinya.

Tidak lama Bang robert keluar dari dalam kamar bersama Zaskia yang ada didekapanya. Ia menghampiri kami dan duduk bersama kami lagi. Ia heran mengapa penampilan kami semuanya berantakan. Dan Mas Rudy menjelaskan bahwa tadi tengah terjadi permaianan sex. Mendengar itu Ia justru menantang kami lagi . Bang Robert menantang kami para lelaki untuk adu minum Bir. Barang siapa yang mampu minum bir terbanyak dalam waktu 5 menit berhak mendapatkan Goyang Itik. Aku tak tahu maksud dari “Mendapatkan Goyang Itik” karena sejak awal kami semua sudah mendapatkan Goyang Itik dari Zaskia.. Tapi aku tak peduli. Akupun ikut tantangan yang diberikan oleh bang Robert langsung. Yang mengikuti tantangan ini ialah Aku, Mas Budi, Koh Hendra dan Arya, Santoso tidak ikut karena ia mengaku sudah tidak kuat lagi untuk minum.

Akhirnya pelayan membawakan beberapa gelas Bir berukukuran besar. Dalam kurun waktu 5 menit yang paling banyak menghabiskan Bir berarti ia yang menang. Dan akhirnya. akulah yang memenagkan pertandingan ini, aku menghabiskan 5 Gelas besar Bir sedang yang lainya hanya 3 atau dua saja dan sudah lanngsung ambruk. Malam ini atau lebih tepatnya Hari ini aku sedang mendapatkan banyak sekali keberuntungan. Tak bisa aku jelaskan satu satu yang jelas Keberuntungan ini akan menjadi bagian dalam kisah hidupku.

****

Jujur aku kaget ketika Bang Robert bilang bahwa yang dimaksud dengan “mendapatkan Goyang itik “adalah aku dipersilahkan untuk berhubungan sex dengan Zaskia. Ya tuhan mimpi apa aku semalam. Apa sekarang aku sedang bemimpi. Kucoba memejamkan mataku lalu kubuka lagi, tetapi ini bukanlah mimpi. Ini kenyataan. Ini Kenayataan.

Aku diberi pilihan untuk menggunakan kamar utama atau menggunakan Kamar yang dipakai Zaskia untuk menginap. Aku memilih dikamar yang digunakan Zaskia, akupun memilih menggunakan kamar yang digunnaka Zaskia untuk bermalam. Zaskia berkemas ia menggunakan jaket untuk menutupi tubuhnya lalu berpamitan dengan tamu Bang Robert. Kamipun menuju Kamar yang ternyata berdekatan dengan kamar yang aku dan Tante Elin gunakan. Aku membantunya membawakan barang bawaanya. Dan kami berjalan sendiri sendiri. Jujur aku masih canggung dan tak tahu harus bagai mana terlebih Zaskia hanya diam saja tak bersuara apalagi berbicara.

Waduuuh.

Author: 

Related Posts