Cerita Sex Tusuk Konde – Part 4

Cerita Sex Tusuk Konde – Part 4by adminon.Cerita Sex Tusuk Konde – Part 4Tusuk Konde – Part 4 Bangkit Dari Keterpurukan Sabtu pagi itu udara Jakarta cukup cerah, dibukanya kaca jendela kamarnya, seraya disambutnya udara pagi dengan menguap lebar sambil tubuhnya mengulet beberapa detik untuk meregangkan otot-otot yg kaku. Tanda-tanda bahwa malam tadi telah terjadi pembunuhan sadis dikamar itu samasekali tidak terlihat, karna memang setibanya Astrid dari menyingkirkan […]

multixnxx- Kosaka Kosaka Asian plays with tongue ar-9 multixnxx- Kosaka Kosaka Asian plays with tongue ar-10 multixnxx- Kosaka Kosaka Asian plays with tongue ar-11Tusuk Konde – Part 4

Bangkit Dari Keterpurukan

Sabtu pagi itu udara Jakarta cukup cerah, dibukanya kaca jendela kamarnya, seraya disambutnya udara pagi dengan menguap lebar sambil tubuhnya mengulet beberapa detik untuk meregangkan otot-otot yg kaku.

Tanda-tanda bahwa malam tadi telah terjadi pembunuhan sadis dikamar itu samasekali tidak terlihat, karna memang setibanya Astrid dari menyingkirkan mayat Handoyo, dengan cepat dibersihkannya kamar itu dan dilenyapkannya jejak-jejak yg menandakan pernah terjadi pembunuhan.

Kembali tubuhnya direbahkan diatas ranjangnya seraya diraihnya remote tv. Pagi itu tayangan infotement meliput tentang aksi smachdown yg dilakukan seorang ustad kepada operator soundsystem, disitu diberitakan tentang bagaimana ustad pesolek itu menginjak kepala sang soundman dengan lutut kakinya. Dan Pada liputan berikutnya berita tentang penyanyi dangdut controversial yg digiring kepenjara, dalam tayangan itu diberitakan bagaimana artis bermulut ember yg dijuluki sigoyang gergaji itu menangis histeris menjelang wisatanya dihotel prodeo.

Jemari Astrid kini menekan chanel metrotv. Wajah yg sebelumnya tampak santai saat Astrid menyaksikan acara infotement, kini mulai berubah serius, diikuti dengan keningnya yg berkerut. Breaking news, liputan reporter metrotv dari tempat kejadian. Tentang ditemukannya mayat seorang perwira polisi yg tergantung dijembatan dengan kondisi mengenaskan, yaitu dengan tanpa busana pada tubuhnya dan kemaluannya yg putus menyumpal didalam mulut korban, sehingga menjadi tontonan warga pengguna jalan tol jagorawi pada pagi itu.

Pemirsa, kami akan segera melakukan wawancara langsung kepada Kapolri via telpon ujar seorang reporter pada pesawat tv.

Pak kapolri, kira-kira apakah motif dari pembunuhan yg terjadi kali ini?, dan ini adalah sudah untuk yg kesekian kalinya menimpa anggota polisi.. tanya reporter.

Kita masih terus mengadakan penyelidikan, dan masih belum dapat menyimpulkan secara pasti, namun dugaan sementara, ini ada kaitannya dengan serentetan pembunuhan yg menimpa anggota kami beberapa waktu lalu, dan kemungkin pelakunya adalah pemain lama, yaitu anggota terorris, yg memang selama ini menjadi ancaman bagi kita terang narasumber.

Seperti biasa, bila seorang anggota polisi terbunuh, selalu saja kepolisian langsung melakukan ponis dini dengan menyatakan bahwa pelakunya adalah anggota terorris, tanpa harus melakukan pembuktian terlebih dahulu. Walaupun setelah akhirnya mereka melakukan penyelidikan, ternyata pelakunya adalah anggota mereka sendiri karna berselisih paham akan perebutan lahan basah diantara mereka, atau dengan instansi bersenjata lainnya. Namun penyebab yg sebenarnya itu sudah barang tentu tidak akan pernah diekspos, karna tentu itu akan berakibat buruk pada nama baik institusi mereka. Dan akan lebih baik mereka untuk memponisnya akibat korban terorrisme, sehingga opini masyarakat akan tetap terbentuk seperti itu.

*****
Astrid berdiri menghadap cermin, dilihat dirinya sambil merenungi apa yg tadi malam dikatakan oleh suara gaib yg berbisik didalam jiwanya itu, apakah benar dengan kecantikan dan kecerdasan yg dimilikinya itu, dia bisa mendapatkan apapun yg dia inginkan? apakah memang secantik itukah dirinya? Kalau cerdas, memang Astrid bisa menyadarinya, itu dapat dilihatnya dari prestasi akademisnya yg dari semenjak SD sampai mahasiswa ini yg memang selalu mendapatkan nilai baik, bahkan bisa dikatagorikan excellent, terbukti dengan IPKnya yg nyaris mencapai angka 4. Tapi kalau cantik? Seraya ditatap dan diperhatikannya lagi seluruh tubuh dan wajahnya. Tapi kalau tidak cantik, bagaimana mungkin Handoyo begitu tergila-gila padanya tadi malam. Ah, om Handoyo, apa yg bisa diharapkan penilaian dari seorang pedofil sepertinya, sama sekali tak bisa dijadikannya acuan, pikirnya.

Seperti yg dikatakan sipembisik itu, sepertinya dia memang harus merubah pemampilannya yg selama ini selalu bersembunyi dibalik jaketnya yg kombrong, yg lebih tepat disebut sebagai mantel hujan ketimbang jaket, dikarenakan ukurannya yg begitu besar.

Dan bisikan gaib itu, mahluk itu, mahluk?.. apakah itu bisa dikakatakan sebagai mahluk? atau apalah namanya, Dimana dia sekarang? Pikir Astrid. Karna tak ada didengarnya lagi semenjak dia bangun tidur pagi ini. Apakah peristiwa semalam hanyalah mimpi? Jelas bukan, karena berita kematian Handoyo yg mayatnya dia gantung dijembatan tadi malam, kini telah menjadi topik hangat diberita televisi.

Akhirnya pagi itu diputuskannya untuk mandi, agar dirinya lebih segar, dan mencoba untuk membuka lembaran hidupnya yg baru, tapi apakah bisa? Ah,setidaknya akan dicobanya, dia tak ingin lagi terpuruk seperti sebelumnya, toh orang yg menyebabkannya terpuruk itu kini telah mati, mati dengan tangannya.

Selesai mandi, kembali ditatapnya tubuh yg polos dengan tanpa selembar benangpun itu didepan cermin, seraya berputar untuk melihat bagian samping tubuh dan belakangnya, tubuh yg putih mulus tanpa noda, dengan bentuk tubuh yg proporsional, tinggi, lekukan tubuhnyapun indah, menyerupai lekukan gitar pada pinggulnya, dan buah dada itu, bulat dan padat dengan puting merah jambu. Darah Belanda mendiang ibunya begitu menurun pada bentuk tubuhnya.

Dibukanya lemari pakaian, celana jeans straight model terbaru, serta T-shirt bodyfit yg diberikan familinya sebagai hadiah ulang tahunnya kini berada ditangannya, masih terdapat kartun logo dan bandrolnya, dan masih banyak lagi yg lainnya didalam lemari itu, dan dari kesemuanya itu, jangankan dipakai, dilihatpun tidak.
Masih ingat betul apa yg dikatakan oleh salah seorang sepupu laki-lakinya, atau lebih tepatnya setengah laki-laki Kamu cocok pakai model pakaian yg seperti ini nek.., percaya deh apa yg Eik bilang, bentuk tubuh elu tuh mendukung banget untuk diekspose. Ngapain juga kamu harus selalu makai pakaian astronot kamu itu terus..ih, gak cucok dan seperti biasa, Astrid hanya tersenyum mendengar penjelasan sepupunya yg juga seorang perancang mode itu.

Sepertinya saran sepupunya itu patut dipertimbangkan, pikir Astrid. Seraya mulai dikenakannya celana jeans straight berwarna biru gelap, dipadu dengan atasannya T-shirt bodyfit berwarna putih dengan bahan katun agak tipis, lalu dipakainya juga sepatu casual yg sebelumnya masih didalam kardus kemasan. Seraya dilihatnya dirinya didepan cermin, sesekali menyamping atau kebelakang, seraya tersenyum, senyum yg memabukan.

Selanjutnya, Salon, kenapa tidak? Ya, diputuskannya hari sabtu yg adalah hari libur kuliahnya itu untuk pergi ke salon, tempat yg jarang sekali dikunjunginya itu. dibukanya laci untuk mengambil kunci mobil, didalam laci masih dilihatnya tusuk konde yg semalam digunakan untuk mengakiri hidup lelaki yg paling dibencinya.

Mobil Honda jazz berwarna hitam metallic meluncur keluar dari gerbang rumah mewah itu, yg dikemudikan Astrid menuju kesalon yg dituju.

******

Senin siang, Kampus universitas swasta ternama dikawasan grogol itu selalu tampak ramai. Dari halaman parkir kendaraan keluar seorang wanita dari mobil Honda jazz berwarna hitam metallic, dilepaskan kaca mata hitamnya, seraya dilangkahkan kakinya yg terbungkus sepatu casual hitam dengan hak yg tidak terlalu tinggi. Celana jeans straight berwarna biru gelap berpadu dengan t-shirt bodyfit berwarna putih tipis menjadi perpaduan yg cukup serasi bagi pemilik tubuh indah itu. Langkahnya begitu pasti, sesekali senyumnya mengembang membalas tatapan para mahasiswa pria yg tak berkedip menatapnya.

Wanita itu adalah Astrid, yg kini mulai mencoba memperlihatkan kepada dunia, setelah sekian lama ditundukannya dirinya dari tatapan dunia. Tatapan kagum beberapa pria saat dia melintas dihalaman kampus membuatnya lebih percaya diri untuk kemunculan pertamanya itu.

Siapa tuh ver? Kayaknya Nadine Chandrawinata.. eh iya tuh, nadine.. tapi ngapain artis itu kemari? ujar gadis disamping Vera, yg saat itu mereka sedang duduk mengobrol dibangku halaman kampus.

Ngaco lu.. itu kan si Astrid jawab vera

Serius lu.. Astrid cewek culun itu? yg waktu itu kita kerjain..? ah, yg bener?

Iya, gua yakin itu dia.. waktu SMU gua satu kelas sama dia, jadi gua tau banget Tapi kenapa dia jadi begitu, kesambet apa dia semalem jelas Vera.

Vera memang telah mengenal Astrid semenjak mereka duduk dibangku SMU, bahkan ada cerita tersendiri diantara keduanya itu. yaitu pada saat disekolah itu diadakan Razia yg dilakukan oleh jajaran kepolisian yg tentu telah berkordinasi dahulu dengan pihak sekolah.

Vera, yg memang dikatagorikan sebagai gadis yg salah pergaulan, sehingga saat duduk dibangku SMU pun, sudah mulai mengkomsumsi narkoba. Adanya razia mendadak yg dilakukan membautnya panik dengan adanya satu paket kecil sabu-sabu didalam tasnya, karna sikapnya yg otoriter dan mau menang sendiri, hingga dimasukannya bungkusan pelastik kecil bersikan serbuk putih itu kedalam tas Astrid yg kebetulan berada tepat didepannya. Karuan Astrid menolaknya, walaupun Astrid seorang gadis yg jarang bergaul, namun Astrid bukanlah orang yg buta informasi. Walaupun tidak secara spesifik, namun dia paham benda apa yg dimasukan kedalam tasnya oleh Vera, dan yg dia tau itu adalah narkoba, sehingga Astrid menolaknya, namun ancaman yg diberikan Vera membuatnya pasrah.

Dan akhirnya, setelah dilakukan penggeledahan , Astrid dinyatakan telah menyimpan satu paket sabu-sabu. Namun tentunya Astrid tidaklah sebodoh itu, Astrid mengatakan bahwa pemiliknya adalah Vera yg memasukan kedalam tasnya secara paksa. Setelah dilakukan pengujian urin, memang terbukti kalau Vera positif mengkomsumsi barang haram tersebut.

Akibat peristiwa itu, habis-habisan Vera dimaki oleh orang tuanya, walaupun tidak sampai diproses secara hukum tentunya, dikarnakan orang tua Vera yg memilki jabatan cukup penting dalam pemerintahan.

Buntut dari peristiwa itu adalah menjadi begitu sentimennya Vera terhadap Astrid, hingga Astrid kerap mendapatkan intimidasi dari Vera.

*****

Nasi goreng mbak ? tanya pelayan kantin pada Astrid,.

Kali ini nasi sama soto ayam aja deh mas.. jawab Astrid

He..he..he.. ma-ap, saya kira nasi goreng, lha wong biasanya setiap hari pesennya nasi goreng.. jawab sang pelayan cengengesan.

Masa nasi goreng terus mas, kan perlu juga perubahan.. ujar Astrid dengan tersenyum.

Seperti juga dengan perubahan penampilan kamu yg sekarang ini as? celetuk Bimo, yg tiba-tiba hadir dan duduk dihadapannya.

Eh, kamu bim.. nimbrung aja nih..? ujar Astrid, kali ini tatapannya lurus menghadap pemuda itu, dengan seyum keramahan yg tak pernah segan dia lepaskan, setalah sebelumnya hanya menunduk dan tak percaya diri bila berhadapan dengan pemuda tampan sepertinya.

Ah enggak, cuma rada heran aja dengan perubahan kamu yg tiba-tiba ini ujar Bimo, seraya menenggak teh botol yg berada digenggamannya.

Aku rasa gak ada yg aneh dengan perubahanku ini bim.. apapapun kan bisa berubah, dan selama itu perubahannya positif, aku rasa its oke..

Iya juga sih, cuma aku heran aja.. kirain kamu tadi pagi abis sarapan apa gitu..terus tiba-tiba kamu berubah gurau Bimo.

Ha..ha..ha ah bisa aja kamu bim, oh iya tadi pagi aku sarapan nasi uduk, sama semur jengkol, kenapa? balas Astrid.

Tertawanya itu begitu lepas, memperlihatkan gigi-giginya yg putih berjajar dengan rapi, tawa yg penuh kebebasan..cantik sekali gadis ini, pikir Bimo. Kontras dengan yg dia temui beberapa hari yg lalu ditempat yg sama, yg waktu itu begitu kaku dan penuh kegugupan yg seolah tak ingin orang lain menyapanya.
Untuk sesaat Bimo terpukau, sebelum Astrid menanyakan tentang presentasi yg akan dilaksanakan siang ini.

Gimana bim? Jadi presentasi siang ini?

Eh..apa?, oh, jadi dong.. malah tadi aku yg menyiapkan projectornya. Gimana udah siap?

Ya, kayaknya sih udah, seluruh laporanku udah tersimpan semuanya dalam flashdisc jawab Astrid, dibarengi dengan pelayan kantin yg meletakan pesanan makan siang Astrid di atas meja.

Ayo bim, makan.. tawar Astrid

Oke deh makasih, aku udah makan dirumah.. kalo gitu aku cabut dulu ya, selamat makan.. ujar Bimo, seraya berdiri untuk segera meninggalkan Astrid.

Namun langkahnya kembali tertahan.

Oh iya as.. serius kamu, tadi pagi sarapan semur jengkol ? tanya Bimo penasaran.

Mendengar pertanyaan Bimo, pecah tawa Astrid dan hampir saja membuatnya tersedak dengan makanan yg masih dimulutnya.

Ha..ha..ha.. Bimo..Bimo.. kayak gitu aja dipikirin, penasaran banget kayaknya, enggak aku cuma becanda kaliii.., abis kamu sendiri sih, segala berpikiran kalo aku berubah karna makan sesuatu.. tapi memangnya kenapa kalo aku makan jengkol? terang Astrid.

Oh, ya udah kalo begitu.. enggak papa sih, cuma gak kebayang aja, cewek secantik kamu makan jengkol he..he..he.. jawab Bimo cengengesan seraya meninggalkan Astrid dan menuju kearah kasir.

Bersemu merah wajah Astrid mendengar Bimo menyebutnya sebagai cewek cantik, hati yg selalu tertutup itu kini berbunga-bunga. Wajah itu kini tersenyum sendiri, senyum bahagia. Seraya melanjutkan makan siangnya. Kali ini sebuah penilaian yg menyatakan dia cantik adalah Bimo, pria yg diam-diam dia kagumi, bukan penilaian dari Handoyo yg begitu dia benci, dan ia begitu yakin kalau yg dikatakan Bimo itu jujur, ia dapat melihat dari tatapan matanya, tatapan mata yg jujur, dalam artian tidak gombal, atau sekedar basa-basi agar membuatnya merasa senang.

*******

” …selanjutnya, Astrid kumala dewi…” panggil pak Widodo sambil melihat buku daftar absen, dosen mata kuliah “Jalan Rel” berusia setengah baya namun tetap enerjik dan humoris.

” Bagaimana, sudah siap kamu untuk presentasi hari ini? ” tanya widodo

” Mudah-mudahan siap pak..” jawab Astrid, yg kini sudah berada didepan kelas

” Kalau begitu langsung saja, silahkan dimulai..” ujar widodo

” Oke, selamat siang teman-teman sekalian dan jugan bapak dosen, untuk presentasi kali ini saya akan membahas tentang “kayu ulin sebagai material yg paling ideal untuk bantalan rel kereta api”. pada riset yg saya lakukan pada beberapa hari lalu disekitar satasiun jatinegara, dimana sedang dilaksanakan pergantian bantalan rel dari bantalan berbahan kayu ulin yg telah digunakan semenjak jaman kolonial belanda dulu, yg akan digantikan dengan beton……………………….”

Penampilan Astrid yg penuh percaya diri dan lugas, sehingga Astrid terlihat begitu smart dalam menyampaikan makalahnya pada sesi presentasi kali ini. Dan hal itu tentu saja membuat teman-temannya terpukau. Bagaimana tidak, disaat presentasi terakhir beberapa minggu lalu, dimana saat itu Astrid membahas tentang “pondasi tiang pancang”, waktu itu Astrid tampil begitu gugup dan kurang percaya diri, dan saking gugupnya dia berbicara didepan forum, sampai-sampai yg seharusnya dia sebutkan adalah “tiang pancang, justru dia sebut tiang kacang, yg spontan disambut dengan tertawa riuh mahasiswa yg lain, bahkan salah satu mahasiswa ada yg nyeletuk “ada apa dengan kacangmu as?” bukan main malunya Astrid saat itu, yg akhirnya dia kembali kekursinya, tanpa menyelesaikan presentasinya. Namun sang dosen tetap memberikan apresiasi yg lebih terhadap karya tulisnya, karena hasil riset yg ia buat memang cukup berbobot. Dan yg pasti bukan sekedar copy-paste dari internet.

Pada layar monitor besar didepan kelas yg terproyeksikan dengan projektor , tampak photo yg diambil oleh Astrid beberapa hari lalu dilokasi, dan Astrid mulai menjelaskan dengan gayanya yg lugas.

..jadi, kesimpulannya adalah bahwa bantalan rel dari kayu memiliki elastisitas yg lebih baik, sehingga saat dilalui oleh kereta terasa nyaman, karena tidak menimbulkan getaran, dan daya tahannyapun sudah terbukti hingga puluhan tahun masih tetap utuh, seperti yg tampak diphoto yg saya ambil ini jelas Astrid, sambil menunjukan photo dilayar monitor dengan benda ditangannya, benda yg digunakannya untuk menghabisi nyawa Handoyo, ya, tusuk konde.

Hampir memakan waktu 15 menit, akhirnya Astrid menyudahi presentasinya, yg disambut oleh tepuk tangan para mahasiswa yg lain.

Wah, luar biasa..bukan cuma penampilannya saja yg berubah, tapi juga kepercayaan dirinya..sungguh-sungguh luar biasa Astrid.. benar-benar berubah luar-dalam.. puji pak widodo, yg disambut dengan tawa para mahasiswa.

Hey, kenapa ketawa? Lha yg saya maksud luar-dalam itukan penampilan dan kepercayaan dirinya, kepercayaan diri itukan ada didalam jiwa, makanya saya sebut didalam, sedangkan luarnya, ya penampilannya itu. makanya saya bilang luar-dalam.. lho koq malah pada ketawa.. emangnya yg ada dalam asumsi kalian tentang luar-dalam itu apa toh.. jelas dosen yg humoris yg cukup popular dikalangan mahasiswa itu, Astrid hanya tersenyum menanggapi aksi sang dosen.

Perhatian pak widodo kembali pada buku absen yg berada ditangannya.

Oke, kalau begitu selanjutnya.Bambang sukentot

*****

Wah, luar biasa kamu as, udah kayak presentator kawakan aja caramu menyampaikan hasil risetmu tadi..salud deh puji Bimo, yg tiba-tiba saja berada disamping Astrid yg sedang duduk dibangku taman untuk menunggu mata kuliah selanjutnya.

Ah, kamu lagi bim biasa aja koq ” jawab Astrid, sok merendah, dan seolah tak terpengaruh oleh pujiannya, walau sesungguhnya hati Astrid begitu berbinar mendapat pujian dari Bimo. Dan saat ini Bimo menghampirinya, dan Astrid berharap Bimo menemaninya disini sampai tiba jam mata kuliah selanjutnya. Mengapa diri ini ini begitu terlalu berharap padanya? Ah, sebaiknya aku tak harus terlalu berharap, pikir Astrid. karna sudah bukan rahasia lagi kalau banyak mahasiswi yg berlomba-lomba untuk merebut hati pemuda tampan ini, dan justru akan menyakitkan bila dia sudah terlanjur berharap banyak, ternyata akhirnya tidak seperti yg diharapkannya, dan akan lebih baik jika dia tetap bersikap nothing to lose.

Dan ternyata, yg terjadi memang seperti yg diharapkan Astrid, Bimo menemaninya ngobrol hingga mata kuliah selanjutnya dimulai. Cukup banyak yg mereka obrolkan, mulai dari hoby yg ditanyakan, makanan kesukaan, sampai saling menyakan tempat tinggal mereka dan juga nomor hp.

Sampai dengan akhirnya.
Malam ini kamu ada waktu as? ” tanya Bimo

Emangnya kenapa ? ” jawab Astrid, kembali dengan sok acuh, padahal hatinya sedang bersorak yesss..aku tau arah pertanyaan itu.. sorak Astrid dalam hati.

Ya, kalo kamu punya waktu, aku mau ajak kamu makan malem..enggak jauh-jauh amat dari rumah kamu koq tempatnya..tapi kalo emang kamu enggak ada waktu sih enggak usah dipaksa tawar Bimo ragu.

Ya, bisa aja sih, tapi jangan lama-lama dan jangan malem-malem ” jawab Astrid, ingin melompat kegirangan dirinya saat itu juga,mendengar ajakan Bimo.

Yess.. entar abis mahgrib aku jemput ya, bener lho.. ujar Bimo, seraya keduanya berjalan menuju ruang kelas.

Penjelasan dosen struktur beton bertulang pada sore itu benar-benar tak satupun yg dapat tercerna dalam otak Astrid, gadis yg sedang berbunga-bunga itu benar-benar sedang mengalami demam asmara yg hebat, yg membuatnya lupa akan materi pelajaran yg biasanya dia lalap dengan antusias, sesekali bibir yg ranum itu tersenyum sendiri, atau bersenandung kecil melantunkan bait-bait cinta.

******

Sudah hampir satu jam Astrid dan Bimo berada di sebuah resto lesehan didaerah Jakarta selatan, resto yg didisain dengan tema pedesaan, dengan beberapa sawung sebagai tempat pengunjung menikmati menu masakan pasundan yg memang menjadi trade-mark nya.

Menu ikan bakar dan sambal sudah mereka santap, kini mereka menghabiskan sisa waktu sambil mengobrol dan berbincang ngalor-ngidul. Hingga saat tak ada lagi topik yg mereka obrolkan, dan keduanya terdiam, digenggamnya tangan Astrid yg berada diatas meja dengan kedua tangan Bimo, berdegup kencang perasaan Astrid saat itu juga, terutama saat menatap sorot mata Bimo yg mengarah lurus padanya, tatapan yg serius, tatapan yg menuntut kepastian.

As, sebaiknya aku harus mengatakan padamu.. ujar Bimo, namun pemuda itu terlihat masih ragu, sepertinya kalimat yg sudah dipersiapkannya dari semenjak dia berada dirumah sirna dari ingatannya.

Ngomong aja bim.. ujar Astrid, tak kalah gugupnya.

Mmmm..aku suka kamu as.. ujar Bimo. Yesssitulah yg ada dihati Astrid saat itu juga. Ingin dipeluknya Bimo saat itu juga rasanya.

” As, Gimana?? ” tanya Bimo, kepada Astrid yg masih diam terpaku.

” Gimana apa? ” jawab Astrid, yg masih bingung, serasa pikirannya masih melambung, melambung diatas cakrawala asmara yg dirasakan untuk pertama kalinya itu sepanjang hidupnya, sehingga tak dapat dirinya menterjemahkan dengan kata, apa yg ada didalam hatinya, kecuali terpaku seribu bahasa.

Justru Bimo kini yg juga bingung dengan jawaban “gimana apa” dari Astrid.

” mmm..aku kamu terima enggak jadi ehem..kamu ? Tanyanya ragu

” Apa..iya..iya..aku terima ” jawab Astrid spontan dan bernafsu. seperti malu dengan apa yg baru saja diucapkannya, Astrid menutup mulutnya dengan tangan kanannya. Yg justru membuat bimo tertawa dengan sikap kikuk Astrid, yg akhirnya Astridpun juga tertawa. Tawa kebahagian.

Efek yg ditimbulkan dari virus-virus asmara yg sedang menjangkiti kedua insan itu sungguh cukup cepat, gejalanya dapat dilihat dari posisi Bimo yg sebelumnya bersebrangan dengan Astrid, dan dibatasi oleh meja makan pendek, kini telah bergeser kesisi Astrid yg dengan manja menyandarkan kepalanya didada bimo.

Pesan Astrid pada Bimo untuk jangan lama-lama telah dilupakannya, hampir dua jam sudah mereka berdua disawung itu, sebelum akhirnya justru Bimo yg mengingatkannya.

Udah jam Sembilan nih as, kita pulang dulu aja ya? ajak Bimo

*******

” Mampir dulu sebentar ya bim, plis.. biar aku kenalkan sama papa” pinta Astrid, beberapa saat sebelum mobil Bimo yg mengantar Astrid pulang tiba dirumahnya.

” Oke deh, aku akan mampir sebentar, trus pulang ya ” jawab Bimo, seraya menghentikan mobilnya pada rumah yg ditunjuk Astrid.

Hanya beberapa saat setelah Bimo menghempaskan tubuhnya dikursi ruang tamu, Prayogo, ayah Astrid muncul, yg dengan segera Bimo berdiri dan menyalami lelaki setengah baya itu.

” Saya Bimo Om..” sapa Bimo, sambil menyalami prayogo

” Prayogo..” balas prayogo

Sekitar lima menit Prayogo menemani kedua muda mudi itu untuk sekedar berbincang-bincang santai, untuk kemudian Prayogo meminta diri.

” Oke, kalo begitu kalian lanjutkan saja, oh iya As, papa malam ini terpaksa keluar dulu, barusan papa ditelpon, katanya ada sedikit masalah soal pemasangan cakar ayam di fly-over tanjung priok, jadi mau tidak mau papa harus kesana malam ini juga”

Ujar prayogo, seraya meninggalkan mereka.

” Oke pa, hati-hati dijalan ” ingat astrid.

Kini tinggal mereka berdua dirumah itu, hubungan mereka yg semakin dekat membuat kebersamaan mereka menjadi semakin hangat, janji Bimo yg sebelumnya hanya sebentar saja untuk mampir kemudian langsung pulang, seolah terlupakan.

Dan bagi Astrid, kehadiran Bimo telah berhasil mengisi ruang-ruang kosong dalam jiwanya, ruang-ruang yg selama ini hampa, sehingga kehampaan itu dapat dimasuki oleh sesuatu yg lain..jiwa yang lain.

Dan sial, jiwa itu.., jiwa yg asing baginya itu kini mulai dirasakannya lagi kehadirannya, setelah semenjak dia bangun tidur pagi tadi seolah hilang entah kemana.

Ah, aku harap mahluk itu, roh itu, atau apalah namanya,tidak akan merusak segala yg baru saja aku jalin dengan Bimo, pikir Astrid.

” Nikmati pria tampan itu tolol..” bisik suara yg kini mulai hadir dari dalam jiwa Astrid

Tidak, tolong kali ini jangan kau usik aku..jangan kau rusak jalinan kasih yg baru mulai kami rajut tolak Astrid dari dalam jiwanya.

Hei, perempuan bodoh, aku tidak bermaksud merusak hubunganmu, aku hanya ingin menikmati ketampanannya, keperkasaannya, dan yg pasti kejantanannya.. kita bisa menikmatinya bersama, kau juga bisa menikmatinya, dan tak perlu kau sembunyi sepertri waktu aku menikmati kejantanan Handoyo kemarin

Tidak..aku tak rela kau tolak astrid, namun dirasakannya jiwa yg hadir pada dirinya itu lebih kuat dari pada jiwanya sendiri, lebih mendominasi dan lebih superior.

Dasar perempuan serakah kau.. kalau begitu biar kita nikmati bersama, dan kau tak perlu kawatir hubunganmu akan terganggu dengan ini.. dan tak ada laki-laki normal didunia ini yg mampu menolak sentuhan tubuhmu yg menggiurkan itu, termasuk pemuda ini..dan aku jamin dia akan keranjingan setengah mati.. terang roh asing itu.

Ingin Astrid berontak melawan untuk menghalangi maksud roh yg bersemayam didalam jiwanya itu, tapi akhirnya Astrid pasrah, kendali roh itu begitu kuat pada dirinya, sehingga Astrid hanya bagaikan raga yg digerakan oleh si pengendali itu, roh itu.

Bimo yg duduk berdampingan dalam sofa yg sama dengan Astrid, agak dikejutkan dengan tatapan aneh Astrid, tatapan dengan senyumnya yg menggoda, tatapan penuh birahi, sekaligus tatapan yg mengundang birahi

Astrid menjulurkan lidahnya sambil tatapan matanya tetap tertuju kearah mata Bimo. Sedikit terkejut juga Bimo melihat apa yg dilakukan Astrid, yg menurutnya sedikit ganjil, seraya lidah yg terjulur itu disapukannya kesekujur bibir Bimo, yg membuat Bimo merasakan sensasi yg berbeda oleh aksi ganjil Astrid itu, aksi yg membuat gairahnya bangkit, bibir yg semula tertutup dan hanya menerima sapuan lidah Asrid kini mulai membuka, yg membuat lidah Astrid kini melakukan agresinya kedalam mulut Bimo, lidah itu kini menggelitik-gelitik diseputar rongga mulut dan lidah Bimo . Gelitikan lidah astrid tertahan manakala mulut biko terkatup, sehingga lidah astrid praktis berada didalam jepitan bibir Bimo, kini berganti Bimo yg memainkan perannya mengulum lidah Astrid.

Berbeda saat dengan Handoyo, yg waktu itu jiwa astrid sama sekali tidak memainkan perannya saat bersetubuh dengan pria yg paling dibencinya itu, sehingga waktu itu praktis jiwa yg asing itulah yg sepenuhnya memegang kendali, peran yg dimainkan Astrid justru disaat dirinya dengan penuh kebencian menggigit penis Handoyo hingga putus, sampai dengan mengakiri riwayatnya dengan menikamkan tusuk konde kejantung Handoyo.

Kali ini jiwa astrid turut berkontribusi dalam mereguk kenikkatan birahi itu, walaupun ada perasaan gusar dihatinya, gusar karena orang yg dikasihinya itu dicumbu oleh perempuan lain. perempuan? perempuan yg mana? bahkan ia pun belum tau pasti sesuatu apakah yg ada didalam jiwanya itu. Jadi alasan apa yg membuatnya harus gusar, bukankah dia seharusnya berterimakasih bahwa mahluk itu secara tidak langsung telah menuntunnya untuk dapat merasakan nikmat yg belum pernah dia rasakan sebelumnya ini, Oooohhhffffdesah Astrid serasa terbang dirinya menikmati kuluman Bimo pada lidahnya. sepertinya kali ini memang Astrid harus berterima kasih oleh sesuatu yg asing itu.

Nafsu birahi Bimo yg juga telah naik, membuatnya segera melepaskan T-shirt dan BH Astrid. Dan dengan rakus dikulumnya puting susu yg berwarna pink sambil tangannya meremas-remas buah dadanya yg cukup besar dan bulat itu itu.

Aaaaaaaaaahhhhhh. Desah Astrid, menikmati aksi yg diberikan pemuda yg dikasihinya itu sambil memegang kepala Bimo.

Puas mengoral buah dada Astrid, Bimo turun dari sofa yg didudukinya seraya berjongkok dilantai dan melepas celana jeans Astrid beserta celana dalamnya. Dibentangkannya kedua paha Astid dengan tangan Bimo, sehingga memek yg berwarna pink kemerahan itu menguak memperlihatkan jeroannya yg telah mulai basah. Kini lidah Bimo mulai menjilati sekerat daging yg ada didepannya itu, sesekali dikulum-kulumnya dengan gemas, cairan asin yg membasahi memek Astrid ditelannya dengan tanpa rasa jijik.

slap..slap..slap..syruffffemmmmm..nyaeemmmm..aahh h enaakkk gumam Bimo, yg kini mulai menghisap-hisap klitorisnya.

Zzzzzzz.aaaahhhhh..enak banget Bim..aaaahhhh..terus bim.. erang Astrid , kali ini kedua tangannya meremas-remas buah dadanya sendiri, sementara matanya setengah terpejam sambil menyandarkan kepalanya pada sandaran sofa.

Beberapa saat kemudian Bimo mulai melucuti seluruh pakaian yg dikenakannya, hingga dirinya kini benar-benar polos seperti halnya Astrid, batang kontolnya yg besar itu tampak berdiri tegak seiring dengan birahinya yg juga tengah memuncak.

Bimo mulai mengangkangi Astrid,dengan maksud ingin langsung menghujamkan batang kontolnya kedalam liang memek Astrid, namun dengan cepat Astrid justru bangkit dan mendorong tubuh Bimo, hingga sebaliknya kini Bimo yg duduk disofa, sedangkan Astrid berjongkok dilantai sambil menggenggam batang kontol Bimo yg berdiri tegak.

” Kita nikmati dulu es krim ini, kau pasti akan menyukainya perempuan bodoh..” bisik suara itu, Astrid hanya mengikuti tuntunan dari jiwa yg lebih superior darinya itu, dan tak berusaha untuk menolaknya.

Lidah Astrid mulai menjilati sekujur selangkangan Bimo, mulai dari buah pelir hingga merambat kesekujur batang kontol Bimo, dan bukan main terkejutnya Bimo saat tangan Astrid mengangkat pahanya, sehingga anus Bimo mengarah tepat kewajah Astrid, dan tanpa rasa jijik lidah itu bergerilya menggelitik-gelitik seluruh area anus Bimo, sungguh sensasi yg luar biasa dirasakan Bimo, seumur hidupnya baru saat ini merasakan lubang analnya dijilati sedemikian rupa.

Kini batang kontol Bimo telah berada didalam mulut Astrid, gadis itu mulai mengoral batang kontol Bimo dengan menggerakan kepalanya naik turun.

Ghlok..ghlok..ghlok..sloop..sloop.. himana Bim, henak..? hamu huka.. khan? ujar Astrid sambil mulutnya masih mengulum kontol Bimo.

Aaaahhhluar biasa As.. enak banget, aaahhhh, kamu pinter banget sih, aahhhh guman Bimo.

Birahi Bimo semakin naik menerima aksi yg diberikan Astrid, hingga didorongnya tubuh Astrid kebelakang, dan rebahkannya dilantai. Tanpa kompromi batang kontolnya yg tegak bagaikan tugu monas ditancapkannya langsung kedalam lubang memek Astrid yg sudah basah itu.

Bless.., batang kontol Bimo yg telah berdiri tegak menghujam kedalam liang memek Astrid, seraya dipompakannya turun naik bokongnya. Kedua kaki Astrid kini dilingkarkan pada pinggul Bimo, sementara kedua tangannya memeluk erat punggung Bimo, praktis hanya tinggal bokong Bimo saja yg melakukan gerakan mempenetrasikan batang kontolnya pada memek Astrid.

mulut mereka saling berpagutan, kedua lidah itu saling berpilin, saling menyeruak kedalam rongga mulut mereka, dan saling menelan air liur mereka.

Baru pertama kali inilah Astrid merasakan nikmatnya berhubungan badan, padahal setelah dulu saat dirinya menjadi korban pelecehan seksual dari Handoyo, baginya hubungan badan adalah suatu hal yg sangat menyakitkan, karena memang itu yg dirasakannya dari Handoyo, dan pradigma itu terus berlanjut hingga dia dewasa, sampai dia bertemu Bimo, dan kali ini Astrid melakukannya dengan Bimo, lelaki tampan yg dikasihinya. Sepertinya pradigma itu telah terpatahkan manakala dirinya merasakan nikmat surgawi yg diterimanya saat ini, nikmat yg tak bisa dilukiskannya dengan kata, nikmat yg membuat dirinya terbang dalam awang birahi, hingga dalam terbangnya akhirnya dirinya telah sampai kini pada puncak teratas yg dapat ia gapai, diikuti dengan lenguhan tertahan dari mulutnya yg berpagutan, dan cengkramannya pada punggung Bimo yg semakin erat dan nyaris mencakar punggung Bimo.

” Mmmmm…uuuhhhhhh.. Bimooooo…sayaaaaanngg..mmmm…aaahhhhh.” gumam Astrid dalam nikmatnya.

” Ternyata kau lebih cepat mencapai puncak, gadis bodoh..bahkan akupun belum ” bisik suara gaib itu pada Astrid

Beberapa saat kemudian, Bimo mencabut batang kontolnya yg menancap pada memek Astrid, seraya membalik tubuh Astrid hingga kini Astrid tertelungkup, dengan cepat Astrid memposisikan diri menungging.

” Ayo, entot aku dari belakang, bocah ganteng..” ujar astrid

Bocah? Apa maksud Astrid meyebutnya bocah, pikir Bimo, namun Bimo tak terlalu mengambil pusing, dianggapnya itu sebagai fantasi seksual dari Astrid semata, seraya ditancapkannya kontolnya pada lubang memek yg begitu menantang dengan posisi dogie seperti itu.

Pantat Bimo mulai maju mundur mempenetrasikan kontolnya, sambil kedua tangannya meremas bokong bulat Astrid.

Hanya beberapa saat terdengar lenguhan panjang dari mulut Astrid, pertanda dirinya telah mencapai orgasme.

” Aaaaaaaaaahhhhhhhhhh….” erang Astrid, diikuti dengan tubuhnya yg menggelinjang menikmati puncak kenikmatannya.

Dalam waktu yg berdekatan Astrid mencapai dua kali orgasme, luar biasa. Pikir Bimo. Yg tentu saja dia tak menyadari bahwa ada dua jiwa yg kini sedang menikmati kejantanannya. Dan pada orgasme yg terakhir adalah orgasme dari roh asingnyg kini bersemayam didalam jiwa Astrid.

Selang tak beberapa lama tubuh Bimo pun mengejang, hantaman batang kontolnya yg menghujam kedalam liang vagina Astrid semakin cepat dan bertenaga diikuti dengan erangan panjang keluar dari mulutnya yg menandakan akhir dari pendakian dalam mencapai puncak kenikmatannya.

Crot..crot..crot..begitu banyak rasanya sperma yg ditumpahkannya kedalam rahim Astrid.

Akhirnya tubuh itu ambruk diatas punggung Astrid, tubuhAstrid yg sebelumnya dalam posisi menungging praktis menjadi tertelungkup tak kuasa menahan beban tubuh Bimo yg menindihinya.

” Aku sayang kamu As..” bisik Bimo, ditelinga Astrid. Yg dijawab dengan senyuman oleh Astrid.

Untuk beberapa saat mereka dalam posisi seperti itu, dengan batang kontol Bimo yg masih bersarang didalam lubang memek Astrid. Pipi kiri Bimo bertumpu pada pipi kanan Astrid yg berada dibawahnya, sesekali dikecupnya dengan lembut bibir Astrid.

Sekitar pukul setengah sebelas malam Bimo meminta diri untuk pulang, yg diantar kepulangannya oleh Astrid hingga kedepan pintu gerbang.

” Sampai ketemu besok ya yang…” ujar Bimo, seraya meluncurkan mobilnya keluar dari halaman rumah Astrid.
Yang..begitu bahagianya Astrid dengan sebutan itu, sebutan yg membuatnya merasa ada orang lain mengasihinya dan tentunya juga menyayanginya. Ditutupnya pintu gerbang, dengan senyum sumringah menghias dibibir indahnya.

Bersambung

Author: 

Related Posts